Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menko Polkam: Pemerintah Siap Hadapi Ancaman Tsunami Imbas Gempa Rusia
Rabu, 30 Juli 2025 12:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan memastikan seluruh jajarannya siap menghadapi segala kemungkinan akibat potensi tsunami yang dipicu oleh gempa bermagnitudo 8,7 di lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7) pukul 06.24 WIB.
Gempa tersebut diperkirakan dapat berdampak hingga ke wilayah Indonesia.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat potensi kenaikan muka air laut di beberapa wilayah Indonesia hingga 0,5 meter.
Baca juga : Info BMKG Rilis Peringatan Tsunami Di Timur Indonesia Usai Gempa Magnitudo 8,6
Wilayah yang perlu mendapatkan perhatian khusus meliputi Papua, Maluku Utara, Gorontalo, dan sebagian wilayah Sulawesi Utara.
BMKG juga telah mengaktifkan peringatan dini tsunami dengan status Waspada/Siaga di sejumlah daerah tersebut.
Menanggapi situasi ini, Menko Polkam menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk segera mengambil langkah-langkah antisipasi dan pencegahan.
Baca juga : Gempa 8,7 SR Guncang Rusia, Ancaman Tsunami Membayangi Hingga Jepang
Instruksi ditujukan kepada pemerintah daerah, BNPB, BPBD, TNI/Polri, Basarnas, dan BMKG untuk Menyiapkan posko tanggap darurat di wilayah yang terdampak, Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan personel lapangan, Mendukung dan melaksanakan evakuasi, termasuk pengamanan jalur evakuasi, Mengendalikan massa dan menjaga fasilitas vital di pesisir, Menyiagakan tim SAR maritim dan udara di lokasi rawan, Menyampaikan peringatan resmi kepada masyarakat, Mengurangi aktivitas di area pantai dan pelabuhan dan Memperbarui informasi peringatan setiap 30 menit hingga ada pernyataan resmi berakhirnya ancaman tsunami.
"Seluruh komponen pemerintah, baik pusat maupun daerah, telah siap bergerak cepat dan tepat untuk mengantisipasi situasi ini. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah. Saya mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti instruksi resmi di lapangan,” tegas BG, sapaan akrab Budi Gunawan.
Sembari menunggu pernyataan resmi bahwa kondisi telah aman, masyarakat diimbau untuk Menjauhi pantai, muara sungai, dan menghentikan aktivitas perairan di wilayah yang masuk peringatan BMKG, Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Seluruh informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, BNPB, BPBD, dan aparat TNI/Polri dan Menyiapkan kebutuhan darurat secukupnya jika berada di wilayah pesisir, serta mengikuti jalur dan prosedur evakuasi yang telah ditentukan jika terjadi ancaman tsunami.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya