Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menko Pratikno Menyambut HUT Ke-80 Kemerdekaan RI
Indonesia Ibarat Kereta Panjang Anak-anak Unggul Lokomotifnya
Kamis, 14 Agustus 2025 08:05 WIB
Stunting Turun 5 Persen Pada 2030, Ini Strateginya
Tentang penanganan stunting. Dalam lima tahun ke depan bagaimana target penurunannya?
Baca juga : “Kita Nggak Boleh Saling Menghujat...”
Tahun 2019 itu angka stunting 27 persen. Sekarang sudah 19 persen. Turun sekitar 8 poin. Targetnya, lima tahun ke depan kita berusaha keras untuk menurunkannya sampai 5 persen. Tapi ini butuh kerja keras dari semua pihak. Kenapa karena penyebab stunting itu banyak.
Pernikahan dini, misalnya, bisa mengakibatkan stunting. Terutama jika pengantin perempuan mengalami anemia. Begitu juga asupan gizi yang buruk selama 1.000 hari pertama kehidupan. Sejak awal kehamilan sampai anak berusia dua tahun. Kualitas gizi pada masa ini harus baik untuk mencegah stunting. Selain gizi, air bersih dan sanitasi juga penting. Karena itu saya berkoordinasi dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Pak AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dan jajarannya, untuk memperbaiki kualitas air bersih. Ini bagian penting dari pencegahan. Pelayanan kesehatan juga harus optimal, jangan sampai penyakit menjadi kronis.
Baca juga : Chico Hakim: Fokusnya Di Wilayah Yang Tidak Ada Sekolah Negeri
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pun sudah mulai menyasar ibu hamil dan ibu menyusui. Kalau gizinya baik, pelayanan kesehatan bagus, air bersih tersedia, dan sanitasi terjaga, itu modal penting mencegah stunting. Tapi di sisi lain, kita juga harus mengedukasi masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Perlu gerakan bersama dengan model Pentahelix. Pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, dan media, untuk menciptakan SDM unggul.
Penting juga meningkatkan kualitas puskesmas. Kalau kualitas Puskesmas meningkat, tentu masyarakat yang berada di sekitarnya akan lebih sehat?
Baca juga : Abdul Aziz: Jangan Sampai Program Ini Dianggap Cuma PHP
Iya. Sekarang kita juga sedang melakukan pembangunan besar-besaran rumah sakit daerah. Banyak kabupaten yang rumah sakitnya masih kelas D, dan itu akan kita tingkatkan menjadi kelas C. Kita terus melakukan groundbreaking di berbagai daerah, terutama di Kepulauan-kepulauan terpencil. Kementerian Kesehatan bukan hanya membangun dan meng-upgrade rumah sakit serta Puskesmas, tapi juga menyiapkan SDM-nya. Ini kejar-kejaran untuk memenuhi kebutuhan dokter dan dokter spesialis. Karena itu, selain pendidikan spesialis berbasis perguruan tinggi, Kemenkes juga membuka pendidikan spesialis jalur hospital base sebagai upaya percepatan layanan kesehatan. ***
Wawancara lebih lengkap dalam versi video, silakan simak di kanal Youtube Rakyat Merdeka TV.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya