Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Temu Kangen Keluarga Besar BAKIN Dan BIN Tidak Bahas Politik
“Kita Nggak Boleh Saling Menghujat...”
Kamis, 14 Agustus 2025 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah mantan pejabat Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar acara temu kangen dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Resminya, acara ini diberi nama “Temu Kangen dan Silaturahmi Keluarga Besar BAKIN & BIN”. Ketua Panitianya As’ad Ali, dan Sekretaris Panitia Chairoel Jul Naro.
Tokoh-tokoh senior BIN yang hadir antara lain mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono serta mantan Wakil Kepala BIN di era Presiden Abdurrahman Wahid, As’ad Said Ali, mantan Kepala BIN Syamsir Siregar, mantan KSAL Marsetio, dan mantan Wakabin Maroef Sjamsoeddin. Hadir pula mantan Wakil Ketua MPR dan mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta (OSO), mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Mahfud MD, mantan Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menteri Agama Nasaruddin Umar, mantan KSAL Marsetio, mantan Staf Khusus Presiden bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere, putra Zulkifli Lubis, dan putri Yoga Sugama. Sekretaris Panitia, Chairoel Jul Naro, menuturkan bahwa kegiatan ini murni merupakan ajang silaturahim para tokoh yang telah lama tidak bertemu.
Baca juga : Chico Hakim: Fokusnya Di Wilayah Yang Tidak Ada Sekolah Negeri
“Jadi, kami ini sebenarnya temu kangen orang yang lama terpisah, bercerai-berai. Sekarang kami kumpulkan keping per keping, jadi seperti malam ini,” ujar Chairoel.
Ia menegaskan, tidak ada pembahasan politik dalam pertemuan tersebut. “Kami tidak ada sama sekali bicara perkara politik,” katanya.
Meski begitu, Chairoel menyampaikan pandangannya agar seluruh masyarakat memberi kesempatan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk bekerja.
Baca juga : Abdul Aziz: Jangan Sampai Program Ini Dianggap Cuma PHP
“Kalau kami, melihatnya begini, Pak Prabowo ini mesti kita kasih kesempatan. Kita enggak boleh menghujat-hujat beliau,” ucapnya.
Sementara itu, A. M. Hendropriyono mengapresiasi pertemuan ini. Dia berharap, intelijen saat ini semakin lebih baik. Dia juga berharap, filsafat intelijen masuk menjadi kurikulum pembelajaran pendidikan intelijen di Indonesia dan seluruh dunia.
“Karena intelijen global melakukan operasi di dunia internasional, sudah tidak lagi memegang etika intelijen. Misalnya penyebaran hoaks, semakin bohong semakin dipercaya,” katanya.
Baca juga : Pimpinan MPR Kenang Sejarah Kemerdekaan
Dia mengingatkan seluruh pihak untuk waspada dengan agenda adu domba dan proxy war. Misalnya, isu dan hal yang mengemuka, terlihat lucu bagi publik. Padahal tidak lucu dan sebetulnya berbahaya.
“Ini menggejala. Bagian dari pelanggaran operasi intelijen tadi. Sehingga kita semua harus waspada. Jangan sampai seperti Suriah. Kalau kita lihat, dulu di Suriah sebelum hancur, sama gejalanya kaya di Indonesia sekarang,” ingatnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya