Dark/Light Mode

Manfaatkan Peluang Krisis Demografi Jepang

Karding Genjot Skema SSW Pekerja Indonesia

Kamis, 14 Agustus 2025 07:25 WIB
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding saat mengisi Keynote Speech di acara Indonesia Business Council di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (13/8/2025). (Foto: Dok. BP2MI).
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding saat mengisi Keynote Speech di acara Indonesia Business Council di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (13/8/2025). (Foto: Dok. BP2MI).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia meningkatkan penempatan tenaga kerja terampil di Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW). Langkah ini dinilai krusial untuk memanfaatkan peluang dari krisis demografi di Negeri Sakura itu.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI/BP2MI) Abdul Kadir Karding mengatakan, perlunya strategi konkret dan terstruktur agar Indonesia dapat memanfaatkan peluang tersebut.

Skema SSW memungkinkan pekerja migran terampil dari luar negeri bekerja secara legal di Jepang pada berbagai sektor industri. Mulai dari manufaktur, perhotelan, pertanian, perikanan, hingga perawatan lansia.

Baca juga : Demokrat Fokus Sukseskan Pemerintahan Prabowo

Jepang menerima 820 ribu tenaga kerja asing hingga 2029. Saat ini, kebutuhan tenaga kerja asing di negara itu telah mencapai lebih dari 630 ribu orang.

Namun, posisi Indonesia dalam skema ini masih tertinggal dibandingkan negara lain di Asia.

Hingga kini, Indonesia baru mengirim 10.181 pekerja atau sekitar 12 persen dari total pekerja asing SSW. Sebagai perbandingan, Vietnam menguasai 59 persen pangsa pasar.

Baca juga : Paspor Eks Stafsus Nadiem Dicabut Sejak Awal Agustus

“Jepang tengah mengalami super aging, sementara Indonesia menikmati bonus demografi. Ini momentum untuk menyambungkan kebutuhan dan kapasitas kedua negara melalui SSW,” kata Karding dalam forum Indonesia Business Council bertema Strengthening Workforce Diplomacy: Indonesia Strategic SSW Expansion to Japan di Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu bilang, strategi penempatan PMI tidak cukup berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas, daya saing dan perlindungan. Peningkatan kompetensi teknis, penguasaan bahasa Jepang dan rekognisi sertifikasi menjadi prioritas.

Kementerian P2MI merancang skema pelatihan nasional berbasis sektor prioritas di Jepang dengan melibatkan lembaga pelatihan, perusahaan dan Pemerintah Daerah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.