Dark/Light Mode

Kemenko Polkam Dorong Peningkatan Sekolah Rakyat Di Sulawesi Selatan

Kamis, 21 Agustus 2025 20:00 WIB
Foto: Kemenko Polkam
Foto: Kemenko Polkam

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melakukan kunjungan peninjauan ke dua Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu SR Sentra Wirajaya di Kota Makassar dan SR Pangurangi di Kabupaten Takalar, Rabu (20/8/2025).

Peninjauan dipimpin Staf Khusus Menko Polkam Bidang Komunikasi dan Humas bersama Staf Khusus Bidang Aktivisme, Sosial Budaya, Pergerakan, dan Ulama, serta pejabat Asisten Deputi Bidkoor Penanganan Kejahatan Transnasional dan Luar Biasa. Kunjungan ini merupakan bagian dari pengawalan program prioritas Presiden RI di sektor pendidikan dan sosial.

Baca juga : Kemenko Polkam Tinjau Sekolah Rakyat Di Sulsel, Dorong Buka SMK Agar Siap Kerja

Dari hasil peninjauan, SR Sentra Wirajaya yang menampung siswa tingkat SMP dari keluarga miskin dan miskin ekstrem masih menghadapi kendala, mulai dari kekurangan tenaga pengajar, wali asrama, hingga keterbatasan fasilitas seperti laboratorium dan seragam siswa. Sementara itu, SR Pangurangi yang setara tingkat SMA di Takalar juga mengalami tantangan serupa, ditambah keterbatasan tenaga administrasi dan sarana operasional.

Meski demikian, para siswa di kedua sekolah menunjukkan semangat dan rasa syukur dapat bersekolah. Selain pelajaran akademik, mereka juga mendapatkan pembinaan karakter sebagai bekal masa depan.

Baca juga : Pemerintah Dukung Pertamina Kembangkan Bioavtur Dari Minyak Jelantah

Staf Khusus Menko Polkam Bidang Aktivisme, Sosbud, Pergerakan, dan Ulama, Neno Hamriono, menegaskan pentingnya ketepatan sasaran program Sekolah Rakyat. “Sekolah Rakyat ini harus tepat sasaran agar tujuan pemerintah berhasil, fokus untuk membantu rakyat kurang mampu. Sekolah ini dibentuk untuk membangun karakter yang sangat penting,” ujarnya.

Kemenko Polkam juga merekomendasikan agar Kementerian Sosial bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait guna meningkatkan kapasitas tenaga pendidik, mempercepat pembangunan sekolah permanen, dan memperkuat pembinaan terhadap siswa maupun keluarga.

Baca juga : Pertamina Luncurkan Penerbangan Perdana SAF Berbahan Baku Minyak Jelantah

Selain itu, pemerintah didorong untuk memasukkan pelatihan keterampilan berbasis minat bakat agar lulusan mampu mandiri dan menciptakan lapangan kerja. “Sekolah Rakyat ini sebaiknya tidak hanya jenjang SMA, tetapi juga SMK, sehingga siswa sudah siap kerja,” tambah Neno.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial diharapkan segera menindaklanjuti rekomendasi ini untuk memastikan keberlanjutan program pendidikan inklusif, terutama di wilayah tertinggal seperti Sulawesi Selatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.