Dark/Light Mode

Tangani Kasus Balita Meninggal Di Sukabumi

Pratikno Utus Stafsus Beri Bantuan Konkret

Minggu, 24 Agustus 2025 07:30 WIB
Staf Khusus Menko PMK Bidang Mobilisasi Sumberdaya Bencana, Mochammad Luthfie Beta mengunjungi kediaman almarhumah Raya 3 tahun 9 bulan, balita yang meninggal akibat diagnosa infeksi meningitis TB dan helmintiasis di Desa Cinaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat malam (22/8/2025). (Foto: Dok. Kemenko PMK).
Staf Khusus Menko PMK Bidang Mobilisasi Sumberdaya Bencana, Mochammad Luthfie Beta mengunjungi kediaman almarhumah Raya 3 tahun 9 bulan, balita yang meninggal akibat diagnosa infeksi meningitis TB dan helmintiasis di Desa Cinaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat malam (22/8/2025). (Foto: Dok. Kemenko PMK).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bergerak cepat menyikapi wafatnya balita yang meninggal karena cacingan di Sukabumi, Jawa Barat. Dia mengutus staf khusus meninjau rumah keluarga korban sekaligus memberi bantuan nyata.

Staf khusus yang diutus Pratikno adalah Mayjen TNI (Purn) Mochammad Luthfie Beta, Staf Khusus Menko PMK Bidang Mobilisasi Sumber Daya Bencana. Luthfie berangkat hanya beberapa jam setelah rapat tingkat menteri selesai, Jumat (22/8/2025). Luthfie tiba di lokasi pada malam hari. Sejumlah foto kunjungan kemudian diunggah Pratikno di akun Instagram pribadinya, @pratikpratikno, Sabtu (23/8/2025).

Baca juga : Dari Transmigrasi, Lahir Para Patriot Intelektual

Dari foto terlihat rumah keluarga korban berupa rumah panggung dari kayu. Kondisinya memprihatinkan. Rumah tersebut berdiri di lahan rawan longsor dan minim sirkulasi udara. Selain itu, berdekatan dengan kandang ternak, serta fasilitas sanitasi yang tidak layak.

Dalam keterangan foto tersebut, Pratikno menegaskan pemerintah turun langsung mendampingi keluarga korban. “Saya menugaskan eselon satu Kemenko PMK dan jajaran untuk turun langsung ke Sukabumi, mendampingi keluarga Almarhumah Ananda Siti Raya,” tulis Pratikno.

Baca juga : Arahan AHY, Demokrat Totalitas Dukung Kesuksesan Prabowo-Gibran

Menurut dia, berbagai langkah konkret sudah dilakukan di lapangan. KTP dan Kartu Keluarga baru untuk keluarga korban diterbitkan, keanggotaan BPJS Kesehatan dipastikan aktif lewat skema PBI daerah. Sementara kakak almarhumah Raya mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta layanan pengobatan.

Tak hanya itu, Pratikno mengatakan, rumah keluarga korban akan dibedah menjadi hunian layak. Fasilitas MCK dan akses jalan diperkeras, serta talud penahan longsor dibangun untuk mitigasi bencana. Proses ini melibatkan warga lokal, aparat pemda, TNI, dan Polri dengan sistem gotong royong. “Kasus ini mengingatkan kita semua, bahwa kesehatan anak bukan hanya urusan medis, tapi ekosistem kehidupan lintas sektor,” ungkapnya.

Baca juga : Musda Golkar Sulawesi Tengah, Calon Petahana Didukung 13 DPD Untuk 3 Periode

Pratikno menekankan, menjamin setiap anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan bahagia sama artinya dengan menjamin masa depan bangsa.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.