Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dengarkan Testimoni Murid Sekolah Rakyat, Prabowo Menitikkan Air Mata
Sabtu, 23 Agustus 2025 08:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat yang digelar Kementerian Sosial, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Di acara ini, Presiden menitikkan air mata, terharu mendengar testimoni murid Sekolah Rakyat, yang kini menatap masa depan dengan penuh harapan.
Prabowo tiba di lokasi pukul 16.22 WIB. Turut mendampingi Kepala Negara sejumlah anggota Kabinet Merah Putih (KMP) seperti Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menko Polkam Budi Gunawan, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga hadir.
Kedatangan Prabowo disambut meriah 154 kepala sekolah dan 2.221 guru Sekolah Rakyat, yang mengenakan seragam taktikal berwarna hijau tua. Mereka meneriakkan yel-yel menyambut Prabowo.
Acara kemudian dimulai. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilakukan pemutaran video yang berisikan testimoni dari Sofia Rorista, salah seorang siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Efata Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam video itu, Sofia menyampaikan terima kasih kepada Prabowo. Sofia menuturkan, kehadiran Sekolah Rakyat telah mengubah hidupnya. Yang sebelumnya penuh keterbatasan menjadi lebih terang dan penuh harapan.
“Terimakasih Bapak Presiden, sudah memperhatikan kami anak-anak terpinggir dari Timur. Saya tahu Bapak sibuk mengurus negara tapi masih sempat mengurus kami untuk sekolah. Bagi saya, Bapak seperti orang tua yang sudah angkat saya dari tempat yang gelap dan taruh di tempat yang terang,” ujarnya.
Sofia berjanji tidak akan melupakan jasa Prabowo apabila kelak menjadi orang hebat. Orang pertama yang akan dia ingat saat berhasil ialah Prabowo. Karena Prabowo telah memberi kesempatan berharga melalui pendidikan di Sekolah Rakyat.
Baca juga : Soal Tunjangan Perumahan, DPR Lempar Bola ke Menkeu
“Doa beta, semoga Tuhan menjaga Bapak baik-baik. Dari Kupang, Kota Karang, beta kirim peluk hangat Bapak Presiden,” ucap Sofia.
Prabowo terharu mendengar penuturan Sofia. Ketua Umum Partai Gerindra ini sampai menitikkan air mata.
Setelah pemutaran video, Prabowo menuju podium dan memberikan arahan. Prabowo menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam mengangkat masyarakat dari jurang kemiskinan. Sekolah Rakyat, kata Prabowo, menjadi bagian dari upaya besar Pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan.
"Sekolah Rakyat menyiapkan generasi untuk memutus rantai kemiskinan. Nanti mereka (murid-murid Sekolah Rakyat) akan kembali dan mereka yang angkat orang tua mereka keluar dari kemiskinan,” terang Prabowo.
Pendirian Sekolah Rakyat, kata Prabowo, sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa yang menginginkan kemerdekaan sejati. Bukan cuma kemerdekaan dari penjajahan, tetapi juga dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan. Pendidikan, menjadi jalan utama untuk memastikan seluruh rakyat Indonesia dapat menikmati hasil kekayaan bangsa.
Kepada para guru dan kepala Sekolah Rakyat, Prabowo berpesan agar bekerja sebaik mungkin. "Saya titip betul-betul para guru, Anda sudah diseleksi. Anda memiliki tugas yang sangat mulia. Anda sedang menyiapkan dalam rangka kita memutus rantai kemiskinan," ucapnya.
Prabowo mengaku bangga ketika melihat wajah-wajah ceria dari murid Sekolah Rakyat bersama orang tua dan keluarga mereka. Prabowo merasa bahwa mereka tidak lagi merisaukan persoalan hidup seperti sebelumnya. Mereka kini melihat harapan akan masa depan yang lebih baik.
Baca juga : Pacu Pertumbuhan Ekonomi, RI Belajar Dari Vietnam
"Bina anak didikmu. Didik mereka dengan baik. Bantu mereka. Buat mereka gembira. Jangan buat mereka pesimis. Buat mereka gembira. Bangsa Indonesia sorak gembira. Itu Indonesia," tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Prabowo juga memberikan kenang-kenangan berupa buku kepada seluruh guru dan kepala Sekolah Rakyat sebagai simbol dukungan Pemerintah terhadap dedikasi tenaga pendidik.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon, Jawa Barat, Khaerunnisa, terkesan dengan terobosan Prabowo membangun program Sekolah Rakyat. Kata dia, Sekolah Rakyat memberikan harapan bagi anak-anak keluarga tidak mampu mendapatkan pendidikan layak. Dengan begitu, kualitas kehidupan mereka akan menjadi lebih baik.
“Tidak nyangka begitu besarnya dukungan dari Presiden untuk anak-anak. Yang saya tidak nyangka anak-anak (murid Sekolah Rakyat) itu betul-betul desil terendah. Kalau tidak dibantu, mungkin mereka akan kehilangan harapan untuk bisa lebih baik hidupnya,” ucapnya, dalam Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat itu.
Hal senada disampaikan Guru Pendidikan Agama Islam dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 13 Kabupaten Tanjung Jabung, Jambi, Heri Nopal. Dia mengatakan, kehadiran Sekolah Rakyat memotivasi para guru untuk memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak tidak mampu.
“Luar biasa semangat Pak Presiden dalam menyambut para guru-guru Sekolah Rakyat. Ini menjadi motivasi juga bagi kami sebagai guru Sekolah Rakyat untuk semangat lagi memperjuangkan pendidikan terutama anak-anak kami yang kurang mampu di SR ini,” tutur Heri.
Heri mengapresiasi upaya Prabowo memberikan kesejahteraan secara merata kepada rakyatnya. "Kami seluruh guru Indonesia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Pak Prabowo atas program Sekolah Rakyat ini,” tambahnya.
Baca juga : Elnusa Optimistis Cetak Sejarah Di Masa Depan
Di kesempatan sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan optimisme, para guru dan kepala Sekolah Rakyat dapat mencetak generasi yang pintar, berkarakter, dan terampil. "Mereka (murid Sekolah Rakyat) akan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi atau mereka juga siap bekerja dan berwirausaha dengan keterampilannya," ucap pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.
Sekjen PBNU ini yakin, jebolan Sekolah Rakyat siap menjadi agen perubahan untuk keluarga dan lingkungan mereka. Bahkan, kelak mereka mampu menjadi pemutus mata rantai kemiskinan di Indonesia, sejalan dengan visi Presiden Prabowo.
"Ini adalah bentuk nyata negara berpihak kepada wong cilik melalui Sekolah Rakyat. Dari Sekolah Rakyat, mimpi anak-anak yang semula tak terlihat kini mulai tumbuh bersemi," ujarnya.
Gus Ipul juga mengungkapkan hasil pemetaan gaya mengajar para pendidik di Sekolah Rakyat. Sebanyak 53,5 persen guru memiliki kecenderungan gaya mengajar kinestetik, yakni mengedepankan simulasi dan praktik. Hal ini sejalan dengan gaya belajar mayoritas siswa, dengan 50,5 persen juga menunjukkan preferensi belajar kinestetik.
“Keselarasan ini tentu mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya