Dark/Light Mode

Pemerintah Pastikan Program Cetak Sawah Rakyat di Kalteng Berjalan Lancar

Senin, 29 September 2025 11:42 WIB
Hamparan lahan di Kalimantan Tengah yang dipersiapkan untuk Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) guna mendukung swasembada pangan nasional. (Foto: Ist)
Hamparan lahan di Kalimantan Tengah yang dipersiapkan untuk Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) guna mendukung swasembada pangan nasional. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kalimantan Tengah berjalan lancar dan terus berprogres tanpa kendala berarti. Pemerintah yakin program ini akan membantu swasembada pangan nasional.

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berjalan. Tidak ada tanda-tanda program mangkrak atau berpotensi gagal.

Plt. Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Dirjen LIP) Hermanto menegaskan, pekerjaan cetak sawah terus berjalan di lapangan. “Semua progres CSR berjalan baik dan tidak ada yang mangkrak,” katanya dalam keterangan pers dikutip Senin (29/9/2025).

Ia menjelaskan, program ini sudah memberikan hasil nyata. Petani di Kalimantan Tengah telah merasakan panen raya yang berdampak positif pada pendapatan. “Petani mengelola lahan sendiri dan mereka menikmati hasilnya,” ujarnya.

Baca juga : AI Jadi Game Changer Dan Mesin Cuan Baru

Menurut Hermanto, program cetak sawah sangat penting untuk menjamin ketahanan pangan Indonesia. Ia menilai, semakin banyak lahan sawah yang beralih fungsi menjadi permukiman dan industri. Jika tidak ada langkah nyata, produksi padi bisa turun.

“Alih fungsi lahan terjadi masif, sehingga cetak sawah adalah solusi jangka panjang meningkatkan produksi padi nasional,” kata Hermanto. Program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Data dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyebut luas baku sawah nasional 2024 mencapai 7,38 juta hektare. Di Kalimantan Tengah, luas baku sawah mencapai 100.963 hektare.

Pemerintah juga memberi dukungan nyata kepada petani berupa benih, pupuk, dan alat mesin pertanian. Kelompok brigade pangan yang mengelola 200 hektare lahan padi bisa meraup keuntungan lebih dari Rp10 juta per orang per bulan.

Baca juga : Pelayanan Mudah, Rakyat Bisa Hemat Waktu Dan Biaya

“Dengan mekanisasi, hasil padi lebih cepat panen dan keuntungan petani meningkat,” kata Hermanto. Ia meminta semua pihak ikut menjaga lahan pertanian dari ancaman alih fungsi.

Selain meningkatkan produksi, program CSR juga membantu mencetak lapangan kerja baru di desa. Aktivitas pertanian lebih produktif karena menggunakan teknologi modern.

Hermanto mengajak masyarakat bersama pemerintah menjaga program ini tetap berjalan. “Cetak sawah ini bermanfaat besar. Swasembada sudah di depan mata. Mari kita wujudkan bersama,” katanya.

Dengan program ini, Kementan berharap ketergantungan impor beras bisa dikurangi. Peningkatan produktivitas padi diharapkan membuat harga pangan lebih stabil.

Baca juga : Pertagas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Berkelanjutan

Para petani di Kalimantan Tengah optimistis program CSR akan terus membawa dampak positif. Mereka merasa pemerintah hadir langsung membantu meningkatkan kesejahteraan.

Hermanto menegaskan, keberhasilan program cetak sawah bukan hanya untuk petani, tetapi juga untuk ketahanan pangan bangsa. “Kita harus sinergi agar pangan cukup untuk generasi mendatang,” tuturnya.

Program ini akan terus dipantau secara ketat agar hasilnya sesuai target pemerintah. Pemerintah juga berencana memperluas area cetak sawah jika hasil di Kalimantan Tengah terbukti sukses.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.