Dark/Light Mode

Laut Indonesia Hadapi Ancaman Nyata

Kemenko Polkam Serukan Sinergi Hadang Kejahatan

Rabu, 8 Oktober 2025 06:55 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono di Jakarta.
Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono di Jakarta.

RM.id  Rakyat Merdeka - Laut Indonesia sedang menghadapi ancaman nyata tindak kejahatan internasional. Oleh Karena, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mengajak kementerian dan lembaga negara terkait untuk memperkuat sinergi untuk mencegahnya.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono.

Menurutnya, bentuk ancaman kejahatan itu beragam, mulai dari penyelundupan narkoba hingga pencurian sumber daya.

Oleh karena itu, sinergis antar kementerian/lembaga terkait sangat penting untuk mencegahnya.

“Dengan kebersamaan, kita memastikan laut Indonesia bukan hanya dijaga, tetapi juga dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat,” ujar Purwito dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/10/2025).

Baca juga : Pemprov Sumut Siapkan 11 Kebijakan Stabilkan Harga

Upaya menjaga laut dari kejahatan internasional dapat berjalan lebih efektif, lanjut Purwito, kementerian/lembaga bersinergi dalam patroli, pemantauan, dan penegakan hukum yang terintegrasi.

“Jalur laut kita tidak boleh dibiarkan menjadi ruang bagi sindikat internasional. Negara harus hadir secara nyata,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan, arah kebijakan keamanan laut sudah termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan sejalan dengan pencapaian Asta Cita Pemerintah.

Artinya kementerian/lembaga terkait harus benar-benar memastikan, laut Indonesia dimanfaatkan untuk Bangsa Indonesia.

“Keamanan laut bukan sekadar pertahanan, tetapi juga menyangkut ekonomi nasional, diplomasi maritim, dan keberlanjutan sumber daya. Kita harus mempercepat pembangunan sarana strategis, memperkuat survei hidrografi, serta meningkatkan kerja sama internasional,” tegasnya.

Baca juga : Kader Partai Ka’bah Tidak Boleh Lagi Saling Menuntut

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi, Laksma Badan Keamanan Laut (Bakamla) Budi Santosa menjelaskan, meski terkendala alutsista dan infrastruktur, capaian operasi keamanan laut hingga triwulan III 2025 sudah menunjukan tren yang bagus.

Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan laut Indonesia tidak terlepas dari sinergi dan koordinasi yang baik antar kementerian/lembaga.

“Bakamla selalu mendukung penuh upaya penegakan hukum dan pemberantasan kegiatan ilegal yang merugikan negara. Bakamla terus bersinergi dengan TNI, Kejaksaan, Bea Cukai, dan aparat lain untuk memperkuat pengawasan wilayah maritim,” tukasnya.

Sedangkan, Dosen Hukum Laut Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) Nilam Andalia Kurniasari, mengingatkan, pembaharuan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan situasi di laut juga penting untuk mengamankan laut Indonesia.

Dia juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas serta sumber daya manusia dalam menghadapi kejahatan maritim.

Baca juga : Gelar Wealth Wisdom 2025, Permata Bank Genjot Ketahanan Finansial

“Kita memerlukan penguatan kerjasama antar lembaga, termasuk peningkatan teknologi pemantauan maritim, serta edukasi dan pelatihan bagi para penegak hukum di sektor maritim,” ujarnya.

Nilam juga mengingatkan, dalam menjaga laut maka Pemerintah harus memahami hak dan kewajiban negara pada zona maritim tertentu dalam regulasi internasional. Ini penting agar upaya penegakan hukum bisa sejalan dengan aturan main internasional. SSL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 16, edisi Rabu, 8 Oktober 2025 dengan judul "Laut Indonesia Hadapi Ancaman Nyata Kemenko Polkam Serukan Sinergi Hadang Kejahatan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.