Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sambut HUT ke-207 Kota Garut

Dirut KAI dan Bupati Garut Cek Kesiapan Jalur Reaktivasi

Rabu, 19 Februari 2020 10:34 WIB
Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro (kedua kiri) dan Bupati Garut Rudi Gunawan (kedua kiri) saat mengecek jalur reaktivasi di Stasiun Cibatu, Rabu (19/2). (Foto: Ahmad Ali Futhuhin/RM)
Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro (kedua kiri) dan Bupati Garut Rudi Gunawan (kedua kiri) saat mengecek jalur reaktivasi di Stasiun Cibatu, Rabu (19/2). (Foto: Ahmad Ali Futhuhin/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro bersama Bupati Garut Rudi Gunawan melakukan pengecekan bersama menggunakan Kereta Inspeksi 4 dari Stasiun Cibatu, Stasiun Pasirjengkol, Stasiun Wanaraja, dan Stasiun Garut.

KAI ingin memberikan kado spesial kepada masyarakat Garut di hari jadi yang ke-207 Kabupaten Garut di 2020 ini dengan mengoperasikan kembali jalur kereta api Cibatu–Garut,” ujar Edi saat tiba di Stasiun Garut, Rabu (19/2).

Edi menambahkan, Jalur KA Cibatu–Garut awalnya diresmikan tahun 1889 dan merupakan bagian penting dari sejarah Kabupaten Garut itu sendiri. Selain untuk angkutan barang, dulunya jalur ini digunakan oleh angkutan penumpang seperti wisatawan asal Eropa yang ingin berlibur di wilayah Garut.

Berita Terkait : Dipastikan Resmi Beroperasi Bulan Depan, Dirut KAI Tinjau Kesiapan Jalur Reaktivasi Cibatu-Garut

“Hal ini menunjukkan dengan dioperasikannya kembali jalur ini akan bermanfaat bagi perekonomian di wilayah Garut dan sekitarnya yang memang dari dulu sudah dikenal akan potensi wisatanya,” ujar Edi.

Edi menjelaskan, pengecekan jalur reaktivasi Cibatu–Garut ini untuk memastikan perkembangan terakhir proyek reaktivasi dimana sudah hampir seluruhnya selesai.

KAI juga telah beberapa kali menguji kekuatan jalur agar aman saat dilalui oleh kereta api. Nantinya Stasiun Garut akan dikembangkan menjadi stasiun yang megah dan lengkap.

Berita Terkait : Kabut Asap, Lion Air dan Batik Air Alihkan Pendaratan

Stasiun Garut akan terdiri dari dua bangunan utama yaitu sisi utara dan selatan dengan bangunan tiga lantai. Selain itu, akan terdapat juga masjid berukuran besar, hotel, bangunan multi fungsi, cafe, menara pandang, dan fasilitas penunjang lainnya.

Dalam kesempatan yang sama KAI juga memberikan 300 paket alat tulis kepada anak-anak sekolah di beberapa titik jalur reaktivasi Cibatu-Garut.

“Alat tulis ini sebagai bentuk bantuan kepada masyarakat khususnya anak-anak di wilayah garut dan apresiasi terhadap masyarakat yang telah mendukung program reaktivasi dari sejak awal hingga akhir,” tutup Edi.

Berita Terkait : Pertamina Gandeng Komunitas Otomotif Gelar Napak Tilas 

Pada 18 Januari 2019, Presiden RI Joko Widodo sempat mengunjungi Stasiun Cibatu untuk mengetahui progres reaktivasi jalur KA Cibatu-Garut sepanjang 19,5 km yang terakhir kali dioperasikan pada tahun 1983. Tepat satu tahun kemudian, pada Januari 2020, rel dari Cibatu menuju Garut sudah tersambung. [SRI]