Dark/Light Mode

KemenPPPA Perluas Literasi Keuangan Bagi Perempuan

Rabu, 15 Oktober 2025 06:55 WIB
KemenPPPA Perluas Literasi Keuangan Bagi Perempuan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi perempuan. Kemandirian ekonomi kaum hawa menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menjelaskan, perempuan kini memegang peranan vital dalam ekonomi Indonesia. Populasi mereka hampir mencapai separuh total penduduk, dan kontribusinya dalam sektor usaha terus meningkat.

Baca juga : Bantah Wali Kota Solo Merapat Ke PSI, Gerindra Siapkan Posisi Ketua DPC

“Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat, 64,5 persen pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Indonesia dikelola perempuan. Sektor ini menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional,” ujar Arifatul dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/10/2025).

Berdasarkan data tersebut, Arifatul menilai, PDB Indonesia berpotensi tumbuh hingga 9 persen pada 2030 jika kemandirian ekonomi perempuan terus diperkuat melalui peningkatan literasi, akses, hak dan peluang yang setara. Kesetaraan gender di bidang ekonomi juga diyakini mampu menurunkan tingkat kemiskinan hingga 25 persen.

Baca juga : Ungkap 15 Tahun Bersama, Zulhas: PAN Akan Selalu Bersama Pak Prabowo

“Karena itu, dibutuhkan sinergi antara Pemerintah Pusat dan daerah, organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, media massa, serta masyarakat luas untuk membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi perempuan yang inklusif, adil, berkelanjutan dan terlindungi dari kekerasan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan indeks inklusi keuangan perempuan berada di angka 80,28 persen. Sedikit di bawah laki-laki yang mencapai 80,73 persen. Kesenjangan kecil ini hanya dapat ditutup melalui edukasi dan keterlibatan aktif semua pihak.

Baca juga : BCA Ajak Masyarakat Rajin Lari Dan Investasi

“Literasi, edukasi dan inklusi keuangan bukan hanya soal angka dan perhitungan, tetapi tentang kemandirian, keberanian dan masa depan,” tegasnya.

Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu menegaskan, upaya penguatan literasi dan inklusi keuangan selaras dengan Asta Cita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menekankan pentingnya kesetaraan gender menuju Indonesia Emas 2045.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.