Dark/Light Mode

Prabowo Ibaratkan Korupsi Seperti Kanker Stadium 4, Harus Diberantas Menyeluruh

Kamis, 16 Oktober 2025 09:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kiri) saat dialog bersama Chairman and Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, pada ajang Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel The St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025). (Foto: Dok. Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto (kiri) saat dialog bersama Chairman and Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, pada ajang Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel The St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025). (Foto: Dok. Sekretariat Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekadnya memberantas korupsi secara menyeluruh di seluruh lini pemerintahan.

Prabowo mengibaratkan korupsi seperti penyakit kanker stadium 4 sehingga sulit disembuhkan.

Mulanya, Prabowo menjelaskan mengenai tantangan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Prabowo mengatakan, korupsi merupakan penyakit yang dapat menghancurkan bangsa apabila tidak ditangani secara tegas dan menyeluruh.

Baca juga : Uniqlo Hadirkan Koleksi Flannel, Pakaian Lintas Generasi

“Ketika korupsi sudah mencapai stadium 4 seperti kanker, akan sangat sulit disembuhkan. Dalam sejarah, korupsi bisa menghancurkan negara, bangsa, dan rezim. Jadi, ya, saya bertekad untuk memberantas korupsi,” kata Prabowo dalam sesi dialog bersama Chairman and Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, pada ajang Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel The St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Prabowo lantas menceritakan kenangannya saat masih menjabat Menteri Pertahanan.

Ia menegaskan kepada seluruh anggota keluarganya untuk tidak terlibat dalam proyek-proyek di kementerian yang ia pimpin. Akan tetapi, menurutnya godaan bisnis kerap muncul.

“Suatu hari, salah satu keponakan saya datang membawa proyek. Saya bilang, kamu tidak pernah terlibat di bidang pertahanan, kamu tidak mengerti tentang itu. Jadi tidak, carilah usaha lain," ujar Prabowo.

Baca juga : Prabowo Tegakkan Pasal 33, Serius Basmi Penyelundupan dan Tambang Ilegal

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menguraikan langkah nyata pemerintahannya dalam menindak praktik ilegal di sektor sumber daya alam.

Prabowo mencontohkan operasi pemberantasan tambang timah ilegal di Bangka Belitung yang berhasil menyelamatkan aset negara bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.

“Kami melakukan program pelatihan militer dengan kapal perang, pesawat, helikopter, dan drone. Kami blokade kedua pulau tersebut, tidak ada kapal yang bisa keluar masuk tanpa diketahui. Hasilnya, penyelundupan bisa kami hentikan dan kami berhasil menyelamatkan sekitar dua miliar dolar AS,” ungkap Prabowo.

Selain sektor pertambangan, Presiden juga menyoroti penegakan hukum terhadap perkebunan sawit ilegal. Ia mengungkapkan sekitar 5 juta hektare (ha) lahan perkebunan ditemukan melanggar hukum, dan pemerintah bertindak tegas dengan mencabut konsesi perusahaan terkait.

Baca juga : Pengamat: Komitmen Menkeu Purbaya Defisit Nol Harus Diikuti Penyelesaian BLBI

“Saya katakan, saya disumpah untuk menegakkan hukum. Maka saya perintahkan Jaksa Agung dan Badan Pemeriksa Keuangan untuk melakukan penyelidikan. Apa pun temuannya, jika ada pelanggaran, hentikan konsesi mereka. Dan itulah yang kami lakukan,” tegas Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu berkomitmen untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

"Saya bertekad Pemerintah Indonesia harus dihormati oleh semua orang. Hukum adalah hukum, peraturan adalah peraturan. Siapa pun yang melanggar hukum harus berhadapan dengan hukum. Sesederhana itu," pungkas Prabowo. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.