Dark/Light Mode

Kuliner, Kriya, Dan Fesyen Sumbang Pendapatan Ekspor Signifikan Di Era Prabowo

Jumat, 17 Oktober 2025 07:21 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. (Foto : Kemenkraf)
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. (Foto : Kemenkraf)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sektor ekonomi kreatif terus menunjukkan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengungkapkan, subsektor kuliner, kriya, dan fesyen menjadi penyumbang terbesar bagi ekspor Indonesia sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar global.

Menurut Teuku Riefky, arah pembangunan ekonomi kreatif telah diatur sejak 2018 melalui Peraturan Presiden yang merinci 17 subsektor ekonomi kreatif. Dari subsektor itu, beberapa memiliki basis budaya, sebagian lain berbasis media, desain, maupun teknologi digital.

"Dari perpres 2018 itu telah disebutkan ada 17 subsektor ekonomi kreatif. Ada yang kreativitas berbasis budaya itu terdiri dari fashion, kuliner, kriya, seni pertunjukan, seni rupa. Ada kreativitas yang berbasis desain, ada arsitektur, interior, desain produk, desain komunikasi visual," ungkapnya di acara "1 Tahun Prabowo–Gibran: Optimism on 8% Economic Growth" di JS Luwansa Hotel & Convention Center, Jakarta, Kamis (16/10/2025). 

Baca juga : Mendagri Ingatkan Pemda Kendalikan Harga Pangan

Selain itu, subsektor berbasis media juga terus berkembang pesat, termasuk film, animasi, fotografi, televisi, dan radio. Sementara subsektor berbasis digital dan teknologi meliputi games dan aplikasi digital.

"Kemudian juga ada kreativitas berbasis media, di situ ada film, animasi,penerbitan fotografi, termasuk TV dan radio. Kemudian juga ada kreativitas berbasis digital dan teknologi di situ ada games dan juga aplikasi digital," paparnya.

Dari 17 subsektor itu, Pemerintahan Presiden Prabowo menetapkan tujuh sektor prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Tetapi ada 7 sektor prioritas yang diminta oleh bapak presiden dalam RPJMN untuk menjadi prioritas, yaitu fashion, kuliner, kriya karena sumbangannya terhadap perekonomian termasuk ekspor cukup tinggi. Kemudian yang kedua yang lagi berkembang pesat termasuk ekspor, yaitu games termasuk aplikasi digital dan juga film animasi dan musik," jelasnya.

Baca juga : Pemerintah Terus Benahi Program Makan Gizi Gratis

Langkah ini menjadi penekanan pemerintah bahwa subsektor berbasis budaya dan digital tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi domestik, tetapi juga memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia.

Untuk mendorong percepatan ekspor produk kreatif, Kemenkraf meluncurkan program ASIK (Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia). Program ini baru dicanangkan sekitar 10 bulan terakhir, namun sudah menjadi instrumen penting dalam memperkuat akses pasar internasional.

"Tentang program ASIK gitu ya. Asik ini singkatan dari akselerasi ekspor kreasi Indonesia. Jadi program ini memang baru kita canangkan dalam 10 bulan ini, kita melihat adanya tantangan dari para pegiat ekraf yang ingin melakukan ekspor, tapi ada keterbatasan pemahaman tentang bagaimana untuk mencapai akses pasar, bagaimana produk mereka supaya kompetitif dan juga bagaimana caranya supaya lebih efisien lagi. Serta menyiapkan transaksinya di internasional," jelasnya.

Program ASIK dirancang untuk menjawab tantangan yang dihadapi pelaku usaha kreatif, mulai dari keterbatasan pemahaman soal pasar global hingga persoalan efisiensi dan sistem transaksi internasional.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Mampang Dekatkan Layanan Di Taman Eco Park

Selanjutnya, Teuku Riefky juga menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat tren positif kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), investasi, ekspor, hingga penciptaan lapangan kerja.

Ia menegaskan tren tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi pun menjadi kunci. Pemerintah telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta, pemerintah daerah, hingga pihak swasta nasional maupun internasional.

"Kalau kita lihat data BPS, baik kontribusi terhadap PDB, investasi, ekspor dan lapangan kerja dari ekonomi kreatif ini trennya cukup signifikan. Tentu tren signifikan ini perlu dukungan semua pihak sepakat Sudah ada mou dengan PTN dan PTS yang peduli akan perkembangan industri kreatif dengan para pemda tadi saya katakan bahwa insya Allah di akhir tahun akan ada 28 provinsi yang akan membentuk dinas ekraf dan 80 kabupaten/kota yang akan membentuk dinas ekraf, itu salah hilirisasi kita juga untuk membangun ekonomi kreatif di daerah," jelasnya.

Pemerintah juga terus mendorong hilirisasi program ke daerah-daerah. Dengan terbentuknya dinas ekonomi kreatif di 28 provinsi dan 80 kabupaten/kota, diharapkan potensi lokal dapat lebih terkelola dan terhubung dengan pasar global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.