Dark/Light Mode

Respons Aduan Warga, Bahlil Blusukan Ke SPBU Di Malang

Kamis, 30 Oktober 2025 14:24 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau SPBU 26 Malang, untuk memastikan kualitas BBM aman dan sesuai standar, di Malang, Rabu (26/10/2025). (Foto. Dok. ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau SPBU 26 Malang, untuk memastikan kualitas BBM aman dan sesuai standar, di Malang, Rabu (26/10/2025). (Foto. Dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laporan masyarakat soal dugaan BBM bermasalah di Jawa Timur langsung direspons cepat oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Tanpa banyak protokol, Bahlil langsung turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak di SPBU 26 Pertamina Asrikaton, Pakis, Malang.

Tujuannya jelas: membuktikan sendiri apakah benar ada bahan bakar yang tidak sesuai standar di SPBU tersebut. Ia datang bersama tim dari Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) yang memang berwenang menguji kualitas BBM.

“Saya bersama Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) yang bertanggung jawab untuk mengecek kualitas BBM. Kami baru saja selesai mengecek di pompa bensin di sini di SPBU 26 Malang. Berdasarkan hasil sampel yang ada dinyatakan kualitas minyaknya sesuai standar dan baik untuk digunakan,”

ujar Bahlil usai pengecekan di Malang, Rabu (29/10).

Baca juga : Perpusnas Benahi Standar Perpustakaan dan Banjiri Buku ke Daerah

Bahlil tidak hanya berhenti di Malang. Ia memastikan Kementerian ESDM dan Lemigas juga menurunkan tim untuk memeriksa SPBU di Surabaya, Gresik, dan Lamongan yang dilaporkan warga karena dugaan pencampuran air pada BBM.

“Untuk beberapa SPBU dicurigai atau ditengarai yang dilaporkan ada campuran air di Surabaya kemudian di Gresik dan Lamongan, tim juga sudah turun dan besok kami akan rapatkan bersama hasil pemeriksaan seluruh SPBU pada jam 11,” katanya.

Nada tegas keluar ketika Bahlil menyinggung soal akuntabilitas. Ia memastikan tak ada pihak yang kebal hukum. “Kalau itu benar ada sesuatu kejadian dan itu dilakukan oleh Pertamina maka kita pemerintah tidak segan-segan juga untuk memberikan sanksi tegas kepada Pertamina,” tegas Bahlil.

Selain memastikan mutu bahan bakar, Bahlil juga ingin melihat langsung bagaimana standar pelayanan di SPBU diterapkan. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas energi yang dikonsumsi masyarakat.

Baca juga : Kepada Warga, Bukan Proyek

Dari sisi teknis, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan hasil pemeriksaan di SPBU Gresik dan Surabaya. Hasilnya cukup melegakan: tidak ditemukan adanya kandungan air dalam BBM.

“Kami telah melakukan uji kualitas BBM melalui uji pasta air dan uji visual. Hasil uji di dua SPBU menunjukkan tidak ditemukan kandungan air dalam BBM. Dari hasil pengujian, seluruh sampel menunjukkan kondisi baik dan memenuhi standar. Prosedur pemeriksaan ini juga rutin dilakukan di setiap SPBU sebelum operasional untuk memastikan kualitas BBM yang akan dikonsumsi masyarakat,” jelas Laode.

Dari pihak Pertamina, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengonfirmasi hasil uji laboratorium memperkuat temuan Lemigas. BBM Pertalite dari Terminal Tuban dan Surabaya dinyatakan memenuhi standar mutu nasional.

“Kami berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan secara bertanggung jawab. Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan laporan di luar wilayah posko, Pertamina menyediakan berbagai kanal pelaporan resmi, yaitu di SPBU terakhir tempat pembelian BBM atau menghubungi Pertamina Contact Center 135 melalui telepon, email maupun DM media sosial,” pungkas Mars Ega.

Baca juga : Telkom Dan WPP Media Kolaborasi, Majukan Ekosistem Iklan Digital

Bahlil memastikan sidak seperti ini tidak akan berhenti di Malang. Baginya, kehadiran negara harus nyata, termasuk dalam urusan yang tampak sepele seperti kualitas BBM. Karena dari bensin yang bersih dan aman, roda ekonomi rakyat tetap berputar tanpa tersendat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.