Dark/Light Mode

Kemenag Gelar The Wonder of Harmony 2025, Rayakan Kerukunan dan Toleransi

Rabu, 5 November 2025 19:50 WIB
Foto: Hendrawan K. Wijaya/RM.
Foto: Hendrawan K. Wijaya/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 18 agenda nasional bertajuk The Wonder of Harmony 2025.

Rangkaian kegiatan ini digelar hingga awal Desember, dalam rangka menyambut Hari Toleransi Internasional yang diperingati setiap 16 November.

Program tersebut merupakan upaya Kemenag untuk memperkuat nilai kerukunan, toleransi, dan cinta kemanusiaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media, dan Pengembangan SDM, Ismail Cawidu, menjelaskan bahwa The Wonder of Harmony dirancang sebagai gerakan sosial dan kultural yang menghadirkan pesan kebersamaan melalui pendekatan dakwah-edutainment (dadutainment).

 “Kemenag ingin menampilkan wajah Islam yang damai, sejuk, dan penuh kasih sayang dengan pendekatan yang bisa diterima semua kalangan, termasuk generasi muda,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Menurut Ismail, rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Kemenag dalam menanamkan nilai moderasi beragama dan harmoni sosial sebagai fondasi kebangsaan.

“Toleransi bukan sekadar wacana, tetapi praktik hidup sehari-hari. Karena itu, setiap agenda dirancang agar publik dapat merasakan langsung pengalaman kebersamaan lintas iman,” katanya.

Baca juga : GWK Sukses Gelar Penjor Festival 2025, Rayakan Semangat Kebersamaan Bali

Beragam kegiatan disiapkan untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, seperti Expo Syiar Budaya Islam, Harmony Fun Walk, Interfaith Harmony Camp, Workshop Ekoteologi, dan Festival Majelis Taklim.

“Kami ingin menghidupkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dengan cara yang menyenangkan dan menginspirasi. Seni, olahraga, diskusi, dan kegiatan sosial menjadi media dakwah harmoni,” tambah Ismail.

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa The Wonder of Harmony merupakan pengejawantahan dari Asta Protas Kemenag Berdampak, khususnya pilar Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan.

Ia menekankan bahwa seluruh agenda tidak sekadar seremonial, melainkan memiliki misi strategis memperkuat kebersamaan antarumat beragama sekaligus membumikan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Program ini wujud nyata kerja kolaboratif antara Kemenag, ormas keagamaan, akademisi, dan komunitas masyarakat. Kami ingin menghadirkan ruang perjumpaan yang membangun empati dan saling memahami,” benernya.

Abu menjelaskan, setiap kegiatan memiliki pesan tematik yang memperkuat spiritualitas dan dimensi sosial kemasyarakatan.

Misalnya, Workshop Pemetaan Potensi Konflik Sosial akan melibatkan tokoh lintas disiplin seperti Frans Magnis Suseno dan Amin Abdullah untuk mengkaji akar potensi konflik serta merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis data.

Baca juga : Kemendagri Minta Pemda Sinkronkan Program Pusat dan Daerah

“Kerukunan perlu dirancang dengan strategi, bukan sekadar seruan moral,” tegasnya.

Selain itu, kegiatan seperti Kick Off Kota Wakaf Ambon, Kompetisi Film Islami Nasional, dan Festival Majelis Taklim diarahkan untuk memperkuat dimensi ekonomi, budaya, dan dakwah Islam.

“Harmoni sosial tidak bisa dipisahkan dari kesejahteraan umat. Ketika ekonomi umat kuat, keadilan sosial dan kerukunan akan tumbuh,” tutur Abu.

Pelibatan generasi muda juga menjadi fokus utama The Wonder of Harmony 2025. Kegiatan seperti Sakinah Family Run 5K, Ngaji Budaya, dan Workshop Majelis Taklim Kreatif Berwawasan Ekoteologi dirancang untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan semangat kolaborasi lintas sektor.

“Kami ingin mengajak anak muda melihat keberagaman bukan sebagai ancaman, melainkan potensi besar untuk membangun masa depan yang inklusif,” jelasnya.

Abu menambahkan, makna filosofis logo The Wonder of Harmony menggambarkan bunga mekar berkelopak warna-warni, simbol keindahan yang tumbuh dari perbedaan.

“Setiap warna berbeda, namun berpadu di satu pusat keseimbangan. Itulah cermin kehidupan bangsa Indonesia, beragam tapi tetap bersatu,” ujarnya.

Baca juga : Uni Eropa Gelar EHEF 2025, Tawarkan 1.000 Beasiswa dan Program Teknik Hijau

Lebih lanjut, Abu menilai momentum The Wonder of Harmony menjadi wahana refleksi perjalanan kebangsaan di tengah tantangan polarisasi dan intoleransi.

“Kita tidak ingin harmoni hanya menjadi jargon. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa spiritualitas, budaya, dan kebersamaan bisa memperkuat daya tahan sosial bangsa,” tegas Abu.

Ia menutup dengan pesan agar sinergi lintas sektor terus diperkuat sehingga The Wonder of Harmony tidak berhenti sebagai program tahunan, tetapi menjadi gerakan sosial berkelanjutan.

“Kemenag mendorong agar nilai harmoni ditanamkan di setiap lini kehidupan, pendidikan, rumah ibadah, hingga ruang publik digital. Sebab harmoni bukan sekadar tema, tetapi kebutuhan bangsa yang harus terus ditumbuhkan,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.