Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Siapa Sangka, Hasil Karya Warga Binaan Lapas Purwodadi Mendunia
Jumat, 28 November 2025 16:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi tuai hasil membanggakan setelah produk kerajinannya mampu menembus di pasar internasional. Produk mainan anjing (coco rope) hasil karya Warga Binaan tersebut telah mampu dipasarkan di berbagai negara melalui pihak ketiga. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang diberikan tidak hanya mencetak keterampilan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi para Warga Binaan.
“Alhamdulillah Bapak, coco rope ini telah diekspor ke Belgia, Perancis, dan Australia,” ujar Sony Nevridiy Anto, Kepala Seksi Pembinaan dan Anak Didik Lapas Purwodadi, saat menerima kunjungan kerja Kepala Pusdatin dan Komunikasi Publik, Akbar Hadi, pada Jumat (28/11/2025).
Baca juga : Kodam 1/BB Sigap Bantu Evakuasi Warga Terdampak Bencana Di Tapanuli Selatan
Sony menambahkan, untuk mengerjakan produk tersebut dilakukan oleh sebanyak 11 orang Warga Binaan sebagai pekerja inti. Namun demikian, acapkali juga melibatkan ratusan Warga Binaan di bloknya masing masing. Setiap harinya, Warga Binaan mampu memproduksi sekitar 100 – 125 coco rope. Jika ditotal, dalam sebulan ada sekitar 3000 coco rope yang berhasil diekspor.
Mainan anjing berbahan serabut kelapa tersebut diproduksi langsung di bengkel kerja Lapas Purwodadi. Dengan pendampingan instruktur dan mitra industri, para Warga Binaan dilatih mulai dari teknik produksi, pengendalian kualitas, hingga standar keamanan produk hewan peliharaan yang berlaku secara global. Hasilnya, produk buatan tangan para WBP mampu memenuhi standar ekspor dan lolos uji kualitas, sehingga diminati pembeli dari luar negeri.
Baca juga : BRI Manajemen Investasi Catatkan KIK EBA Syariah Perdana Di Indonesia
Selain berdampak pada peningkatan keterampilan, kegiatan ini juga memberikan motivasi moral bagi para Warga Binaan. Mereka kini merasa hasil kerja kerasnya dihargai, bahkan sampai ke pasar internasional. Selain itu, hasil dari kerja mereka dapat menghasilkan premi setiap bulannya.
“Hasil premi setiap bulannya ditabung, ya. Nanti kalau sudah keluar dari Lapas, tabungan premi dapat digunakan untuk modal usaha,” kata Akbar Hadi kepada Warga Binaan.
Baca juga : Lawan Bhayangkara FC, Pulga Vidal Siap Kembali Perkuat PSIM
Keberhasilan ekspor produk mainan anjing ini sekaligus menegaskan bahwa Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi ruang pembinaan yang produktif, tempat lahirnya karya berkualitas yang diakui dunia. Kemenimipas terus mendorong inovasi program pembinaan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan agar praktik baik seperti ini dapat direplikasi dan memberikan manfaat luas bagi Warga Binaan dan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya