Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Duduk Lesehan Temui Korban Bencana, Gibran Berkali-kali Minta Maaf
Jumat, 5 Desember 2025 08:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi korban bencana banjir bandang dan longsor Sumatera di tenda pengungsian, Kamis (4/12/2025). Sambil duduk lesehan, Gibran berbincang, dan mendengar keluhan para korban. Gibran juga berkali-kali minta maaf.
Gibran berangkat dari Jakarta dengan Pesawat Kepresidenan Boeing 737-800 dari Lanud Halim Perdanakusuma, pukul 04.45 WIB, tepat setelah Subuh. Pesawat mendarat di Bandara Minangkabau, Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Ikut dalam kunjungan ini Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.
Dari Bandara Minangkabau, Gibran langsung menuju Kabupaten Agam, memakai helikopter. Tak lupa, Putra sulung Presiden ke-7 RI Jokowi ini membawa bantuan dalam helikopter untuk para korban. Bantuan dibungkus dalam kardus. Ada biskuit, buku tulis, tikar, sampai perlengkapan kebutuhan sehari-hari.
Helikopter mendarat di tanah lapang. Gibran dan rombongan lalu naik motor trail menuju posko pengungsian yang didirikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Nagari atau Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Jalanan menuju posko pengungsian mayoritas masih tertutup lumpur basah, tak dapat dilalui mobil.
Dari atas motor, Gibran mengamati barisan rumah-rumah penduduk yang luluh lantak tersapu banjir bandang, lumpur setinggi lutut, serta puing-puing kayu besar yang masih tergeletak di berbagai titik.
Sampai di lokasi, Gibran meninjau dapur umum yang dikelola Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, untuk memastikan bantuan berjalan baik serta fasilitas darurat telah memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak.
Selanjutnya, Gibran menuju tenda pengungsian. Di sana, dia membagikan bantuan ke para pengungsi berupa makanan dan kebutuhan lainnya. Tak lupa, Wapres juga membagikan mainan ke anak-anak. Ada boneka hingga buku tulis.
Di lokasi, Gibran juga bercengkrama dengan para korban. Dia duduk lesehan di tengah-tengah para pengungsi. Gibran antusias mendengar keluhan warga, sambil menulis di buku kecil.
Momen ini tak disia-siakan Nofendri, salah satu pengungsi, untuk curhat. "Kami butuh pembangunan rumah yang hancur," ucapnya.
Dia lalu menyampaikan keluh kesah mengenai lahan pertanian dan kelapa sawit milik warga yang habis tersapu banjir bandang. Lahan itu tak bisa difungsikan, padahal ekonomi masyarakat hanya dari pertanian dan perkebunan.
Baca juga : Gunakan Dana Siap Pakai, Bencana Sumatera Jadi Prioritas Nasional
Nofendri juga meminta kepada Gibran agar korban bencana mendapatkan beasiswa atau pendidikan gratis selama ekonomi masyarakat masih belum normal.
Di akhir curhatnya, dia mengucapkan terima kasih ke Gibran. “Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wakil Presiden. Baru pertama ini Wapres datang ke kampung kami," ucapnya.
Kepada para pengungsi, Gibran menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto dan mengungkapkan turut berbelasungkawa mendalam atas musibah yang terjadi. Dia juga meminta maaf kepada para korban.
“Saya mohon maaf sebelumnya. Bapak/Ibu tidak sendiri. Warga Sumatera tidak sendiri. Kami diperintah Bapak Presiden untuk melakukan percepatan pemulihan pascabencana ini," ujarnya, disambut ucapan alhamdulillah oleh para pengungsi.
Gibran memastikan telah mencatat seluruh masukan dari masyarakat dan akan segera menindaklanjutinya. Dia menegaskan, distribusi bantuan logistik akan terus dipercepat melalui jalur darat, udara, dan laut. Perbaikan-perbaikan akses komunikasi, puskesmas, sekolah, jembatan, jalan, juga akan dipercepat.
Baca juga : Mendagri: Mereka Tetap Kerja Dengan Kemampuan Seadanya
Dia lalu menekankan pentingnya sinergi dan kecepatan kerja seluruh unsur Pemerintah, TNI/Polri, BNPB, Pemerintah Daerah, dan relawan dalam menangani dampak bencana. "Mohon Bapak/Ibu yang ada di pengungsian ini, diperhatikan, tendanya, makan tiga kali sehari, air bersih. Juga atensi khusus untuk lansia, anak-anak, ibu hamil, anak balita, ini mohon diprioritaskan," ucap Gibran kepada jajaran BNPB, TNI/Polri, dan Pemda.
Dari Sumbar, Gibran bergeser ke Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut) menggunakan Helikopter Kepresidenan Super Puma. Di Tapsel, Gibran mengunjungi dua posko pengungsi, yakni di Desa Garoga dan Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru. Di sini, Gibran juga meminta maaf kepada warga korban banjir.
"Bapak ibu, sekali lagi saya mohon maaf. Bapak/Ibu tidak sendiri, warga Sumatera tidak sendiri. Kami di sini untuk Bapak/Ibu semua," ujar Gibran, saat berdialog dengan para pengungsi.
Perjalanan Gibran kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. Sebelum kembali ke Jakarta, Gibran meninjau gudang logistik di Lanud Soewondo Polonia Medan, yang menjadi titik distribusi bantuan ke berbagai wilayah terdampak bencana.
"Kami mengunjungi tiga provinsi, tujuannya untuk mempercepat pemulihan. Jadi warga Sumatera, tidak sendiri, kami nanti akan terus turun ke lapangan," kata Gibran, kembali menegaskan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya