Dark/Light Mode

Tingkatkan Kualitas dan Profesionalitas Insan Media

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo dan IJTI Jakarta Gelar Uji Kompetensi Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 14:50 WIB
Foto: Kemkomdigi.
Foto: Kemkomdigi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jakarta menggelar Uji Kompetensi Jurnalistik (UKJ) untuk jurnalis tingkatan muda di Hall Dewan Pers pada 5–6 Desember 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 21 peserta dari berbagai media televisi nasional. UKJ Mandiri IJTI Jakarta mendapat dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo.

Selama ini, Komdigi juga mendukung peningkatan kompetensi jurnalis yang sekaligus berperan penting di tengah distrupsi AI.

Ketua Umum IJTI Pusat, Herik Kurniawan menyebut UKJ digelar sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas jurnalis, sekaligus memperkuat profesionalisme di tengah tantangan industri media yang kian kompleks.

Baca juga : Tingkatkan Pelayanan Publik, BBKFK Kemenperin Gelar Forum Komunikasi Publik 2025

Ia juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pengaruhnya terhadap ekosistem informasi, di mana menurutnya, di era banjir informasi dan teknologi generatif, peran jurnalis profesional justru semakin vital.

"Saat ini, peran para jurnalis semakin penting. Mengapa? Karena tinggal para jurnalis lah yang kemudian bisa menjamin informasi yang faktual kepada masyarakat. Karena kenapa? Kalau AI itu kan kita gak tahu itu benar apa enggak," ungkapnya, Jumat (5/12/2025).

Herik menegaskan, ada pertarungan besar antara jurnalis profesional dan penyalahgunaan AI untuk kepentingan yang tidak baik.

Karena itu, sertifikasi kompetensi diperlukan untuk memastikan bahwa jurnalis yang teruji memiliki tanggung jawab moral dalam menjalankan profesinya.

Baca juga : Tekankan Profesionalisme, Wakil Ketua DPRD Jakarta Jempolin Kinerja PAM Jaya

"Sangat penting kenapa orang untuk kemudian diuji. Karena orang-orang yang sudah teruji ini mereka punya tanggung jawab yang besar untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai orang yang sudah dinyatakan kompeten," ungkapnya.

Selain untuk menghadapi disrupsi AI, serifikasi jurnalis juga dinilai penting sebagai filter di tengah maraknya banjir informasi di media sosial.

Ia menjelaskan, jurnalis memiliki peran memberikan gambaran utuh kelada masyarakat, khususnya dalam peristiwa penting seperti bencana.

Herik berharap, UKJ yang digelar IJTI bisa menjadi dorongan penting bagi generasi jurnalis muda untuk memperkuat profesionalisme dan menjaga integritas informasi di era disrupsi digital.

Baca juga : Gubernur Pramono Anung dan DPRD DKI Jakarta Teken Komitmen Antikorupsi

Menurutnya, persaingan di dunia media kian ketat sehingga jurnalis dituntut memiliki kemampuan yang semakin beragam.

"Harapan saya bersama Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo, setelah dinyatakan kompetensi, mereka terus meningkatkan kapasitas, kemampuannya, supaya karya jurnalistik yang bisa lebih berkualitas lagi. Jangan sampai kemudian, setelah uji kompetensi ini dinyatakan kompetensi, sudah berhenti sampai di level tersebut," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.