Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gratis Bagi Korban Bencana, Layanan Dukcapil di Sumatera Dipastikan Jalan Terus
Rabu, 10 Desember 2025 21:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) terus berjalan di daerah bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri Teguh Setyabudi menyatakan segera melakukan langkah cepat.
Antara lain, melakukan pemetaan wilayah kabupaten/kota terdampak, pendataan sarana dan prasarana layanan, pendataan penduduk terdampak, serta pendataan kebutuhan mendesak, termasuk blangko KTP-el.
Selain itu, perlengkapan layanan lainnya seperti akses internet Starlink, panel surya, ribbon, dan film juga akan disiapkan untuk memperkuat layanan di daerah.
“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Dukcapil harus hadir di tengah warga, meski dalam kondisi darurat,” tegas Teguh, di Jakarta, Rabu (10/22/2025).
Baca juga : Bahlil Sambangi Lokasi Bencana, ESDM Gaspol Pulihkan Energi di Sumatera
Tim Pusat Diturunkan ke Tiga Provinsi Sebagai tindak lanjut, Ditjen Dukcapil menurunkan tim pusat ke lokasi terdampak. Komposisinya, untuk Provinsi Aceh sebanyak 16 personel dengan koordinator.Direktur Bina Aparatur Dukcapil, Erliani Budi Lestari, dan Direktur Pendaftaran penduduk dan Pencatatan Sipil Muhammad Farid.
Mereka kemudian disebar. Di Kabupaten Aceh Tamiang 5 personel, Aceh Timur 4 personel, dan Langsa 5 personel.
Kemudian, di Sumut, diturunkan sebanyak 14 personel dengan Koordinator Tim Direktur PIAK Brigjen (Pol) M. Nuh Al Azhar, dan Direktur Integrasi Data Kependudukan Daerah, Agus Irawan. Rinciannya, di Kabupaten Tapanuli Tengah Tapanuli Utara, dan Sibolga dengan masing-masing 4 personel.
Untuk Provinsi Sumbar diterjunkan sebanyak 14 personel dengan Koordinator Sesditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam, dan Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional, Handayani Ningrum. Tim yang masing-masing berjumlah 4 personel bertugas di Kabupaten Padang Pariaman, Solok, dan Agam.
Untuk setiap provinsi, Tim Ditjen Dukcapil akan berkolaborasi dengan Dinas Dukcapil provinsi, dan Disdukcapil kabupaten/kota di lokasi bencana dan Disdukcapil sekitarnya.
Baca juga : Gerindra Acungkan Jempol Ke Pemerintah
Layanan ini juga merupakan tindak lanjut lantaran sebelumnya sudah dimulai di sejumlah titik bencana, termasuk membantu identifikasi korban dengan memindai sidik jari yang langsung terkoneksi database Dukcapil.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membentuk tiga tim terkait pelayanan dukcapil pada masing-masing tiga provinsi Sumatera yang terdampak bencana banjir dan longsor.
"Khusus untuk daerah yang terdampak, Dukcapil akan membentuk tim. Tim untuk ketiga provinsi," kata Tito, di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan Lembaga Pengguna Pusat, di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Setelah alat-alat yang rusak didata, nantinya Kemendagri akan membuka pelayanan perbaikan data dan dokumen kependudukan.
"Dan setelah itu layanan Dukcapil harus dibuka dan tidak dibayar bagi para korban yang terdampak, yang kehilangan KTP, akta kelahiran, dan lain-lain," tegasnya.
Baca juga : Korban Jiwa Banjir Sumatera Tembus 964, Korban Hilang 262, Korban Luka 5.000
Menurut mantan Kapolri ini, layanan perbaikan dukcapil bukan hanya soal KTP, tetapi juga mencakup ijazah warga. Tito akan menyurati kepala daerah terkait karena ranah perbaikan ijazah berada di pemerintah daerah (pemda).
"Termasuk sekolah-sekolah, ijazah. Saya nanti meminta kepada, saya akan buat Surat Edaran karena itu di bawah pemda-pemda, pemda itu pembinaannya adalah Kemendagri," tuturnya.
Mendagri juga menegaskan, pelayanan perbaikan dokumen warga ini gratis atau tidak akan ada pungutan apa.pun.
"Supaya surat sekolah tadi ya itu juga jangan diambil pungutan. Kasihan masyarakat sudah susah, mereka harus bayar lagi," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya