Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ratas Dengan Presiden, Pertamina Laporkan Percepatan Distribusi Energi Di Sumatera
Senin, 8 Desember 2025 08:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Kabinet Terbatas untuk percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Rapat tersebut berlangsung di Aceh, Minggu (7/12/2025).
Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri melaporkan, sejumlah langkah strategis Pertamina dalam memastikan kelancaran pasokan BBM dan LPG di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rapat kabinet yang dilaksanakan di Lanud Iskandar Muda turut dihadiri oleh Menteri-Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB, serta Gubernur Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari koordinasi nasional dalam percepatan penanganan bencana dan pemulihan wilayah.
Dalam laporannya, Simon menjelaskan, Pertamina bergerak cepat melakukan pemulihan layanan energi di lapangan.
Baca juga : Perkuat Langkah, Percepat Transisi Pariwisata Hijau
“Untuk percepatan distribusi BBM dan LPG, kami selalu berkoordinasi dan tentunya mendapat dukungan luar biasa dari Menteri ESDM. SPBU sudah sebagian besar kami perbaiki. SPBU kami maksimalkan beroperasi 24 jam supaya dapat mengurai antrean yang beberapa waktu lalu cukup panjang,” ujar Simon.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri saat mengikuti rapat dengan Presiden Prabowo di Aceh. (Foto: Pertamina)
Pertamina juga menambah jumlah petugas layanan di SPBU, termasuk dukungan personel dari TNI dan Polri. “Dalam tiga sampai empat hari lalu, kami mendapat dukungan besar dari TNI dan Polri, di mana sebagian personelnya ikut membantu pengisian BBM bagi masyarakat,” jelasnya.
Simon menegaskan, fokus utama saat ini adalah distribusi energi ke beberapa daerah yang masih terisolasi dan sulit dijangkau.
“Contohnya Aceh Tengah dan Bener Meriah. Beberapa waktu lalu kami menyewa pesawat perintis untuk mengirimkan solar untuk alat-alat berat, dan kami juga akan mengirim menggunakan Hercules yang volumenya lebih besar,” ungkap Simon.
Baca juga : Pram Kerahkan Pasukan Putih Ikut Tangani Stroke
Pertamina juga mendukung operasional alat berat yang digunakan untuk membuka akses jalan, evakuasi warga, serta mempercepat pengiriman bantuan logistik.
Selain BBM, Pertamina menyiapkan mekanisme khusus untuk menyalurkan LPG ke wilayah terisolasi. “Kami berkoordinasi untuk pengiriman LPG di daerah terdampak. Dalam waktu dekat kami akan melakukan pengiriman menggunakan sling load dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan,” tandasnya.
Pertamina mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian ESDM, TNI, Polri, pemerintah daerah, BNPB, dan lembaga lainnya yang membantu memperlancar distribusi energi.
Perseroan terus melakukan pemulihan infrastruktur energi agar distribusi BBM dan LPG di daerah terdampak dapat kembali normal. Hingga 7 Desember 2025, Pertamina mengoperasikan 688 SPBU atau sekitar 98 persen dari total SPBU di wilayah terdampak bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Baca juga : Menghilangkan Kekhawatiran Publik, Mempercepat Perwujudan Energi Hijau
Selain itu, Pertamina Grup bergerak cepat membantu korban bencana dengan menyalurkan bantuan tanggap darurat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh sejak 28 November 2025 dalam beberapa tahap. Upaya distribusi energi dan bantuan kemanusiaan dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara. Hingga 7 Desember 2025, bantuan Pertamina Peduli telah menjangkau 77.794 jiwa.
Pertamina juga mendirikan 161 posko dan membuka 111 dapur umum di sejumlah titik terdampak. Dukungan energi turut disalurkan berupa 275 tabung Bright Gas, 25 KL BBM jenis Dexlite, Pertamax, dan Biosolar, serta 19,8 KL Avtur. Total realisasi bantuan Pertamina Grup untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai Rp5,3 miliar.
Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya dilakukan sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan lingkungan dengan menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya