Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Disambut Hangat Saat Masuki Pakistan, Prabowo Dikawal JF-17 Thunder
Rabu, 10 Desember 2025 08:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Pakistan. Prabowo disambut langsung Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif, di Prime Minister’s House, Selasa (9/12/2025). Dalam pertemuan ini, disepakati tujuh kerja sama. Di antaranya agrikultur dan teknologi informasi (IT).
Kedatangan Prabowo disambut hangat PM Shehbaz. Bahkan, pesawat Kepresidenan yang membawa Prabowo dikawal JF-17 Thunder saat memasuki wilayah Pakistan, Senin (8/12/2025).
Dalam pertemuan ini, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Duta Besar Indonesia untuk Pakistan Chandra Warsenanto Sukotjo.
Sementara, PM Shehbaz Sharif didampingi sejumlah menteri, Kepala Staf Angkatan Darat, serta Kepala Angkatan Pertahanan Pakistan Marsekal Lapangan Syed Asim Munir. Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri turut hadir.
Dalam pernyataan bersama usai pertemuan, Prabowo mengapresiasi penyambutan pemerintah Pakistan dan pengawalan jet tempur JF-17 Thunder. "Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih, penghargaan, dan kehormatan yang setinggi-tingginya yang telah Anda berikan, Pemerintah Anda, dan rakyat Pakistan, melalui sambutan yang sangat hangat. Bahkan sebelum mendarat di tanah Pakistan, saya disambut di udara, dikawal oleh pilot-pilot Angkatan Udara Anda yang terhormat dengan JF-17 Thunder Anda," kata Prabowo.
Baca juga : Pemerintah Siapkan Hunian Sementara Korban Bencana
Ia mengatakan, diskusi bilateral berjalan produktif dan menghasilkan kerangka kerja baru untuk masa depan kerja sama kedua negara. “Kita memiliki nilai-nilai dan kepentingan yang sama. Sebagai dua negara Muslim terbesar di dunia, Islam kita adalah Islam moderat yang mempromosikan inklusivitas, toleransi, dan hubungan historis, hubungan persaudaraan antara dua negara yang kokoh,” ujarnya.
Dalam pertemuan ini, ditandatangani tujuh nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), yang mencakup kerja sama perdagangan, budaya, kesehatan dan pendidikan medis, pelatihan vokasional, teknologi, dan IT. Terkait kerja sama kesehatan, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kesiapan Pakistan mengirim tenaga kesehatan, profesor, dan ahli medis.
Nilai perdagangan bilateral mencapai 4,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 75 triliun. Namun, 90 persen di antaranya berupa impor Pakistan dari Indonesia, terutama minyak sawit. Pada kunjungan ini, disepakati langkah untuk menyeimbangkan neraca perdagangan.
“Saya juga telah memberi instruksi kepada para menteri untuk mempercepat penyeimbangan kembali hubungan perdagangan kita secara praktis, secara nyata. Dan yakinlah bahwa kami ingin bergerak secepat mungkin di semua bidang ini,” tegas Prabowo.
Presiden Prabowo dan PM Shehbaz Sharif juga sepakat mengoordinasikan kebijakan luar negeri bersama, terutama terkait Palestina dan Gaza. Keduanya menegaskan dukungan penuh pada solusi dua negara untuk Palestina.
Baca juga : Gedung Terbakar 22 Orang Tewas
PM Shehbaz Sharif mengapresiasi kunjungan Prabowo dan menegaskan hubungan Indonesia–Pakistan didasari rasa persaudaraan. Ia menyatakan, Pakistan siap mengirim dokter, dokter gigi, profesor medis, dan ahli lain untuk mendukung pembangunan perguruan tinggi kedokteran di Indonesia. Ia juga memuji kesepakatan untuk menyeimbangkan neraca perdagangan.
“Hubungan kita telah berlangsung lebih dari 75 tahun dan kunjungan Anda bertepatan dengan peringatan hubungan diplomatik kita. Mari kita sepakat merayakan 75 tahun ini dengan penuh kegembiraan di Jakarta dan Islamabad secara bersamaan, sehingga menyampaikan pesan yang kuat dan jelas kepada semua,” kata Shehbaz Sharif.
Pertemuan diakhiri dengan makan siang bersama dengan PM Shehbaz Sharif. Usai makan siang, Prabowo bertolak ke Istana Kepresidenan Aiwan-e-Sadr untuk bertemu Presiden Asif Ali Zardari.
Kunjungan ini dipuji sebagai tonggak sejarah yang membuka era baru hubungan diplomatik tingkat tinggi. Kedua negara siap memperkuat kemitraan ekonomi dan strategis. Kunjungan Prabowo diharapkan menjadi dasar perluasan kolaborasi di tahun-tahun mendatang.
“Ini adalah kunjungan yang sangat penting, dan ini merupakan kunjungan yang sangat signifikan karena juga bertepatan dengan 75 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara kita yang bersaudara,” ujar Dubes Pakistan Chaudhri.
Baca juga : Abdul Mu`ti: Kami Akan Hadirkan Ratusan Psikososial
Kedatangan Presiden Prabowo juga disambut antusias mahasiswa dan diaspora Indonesia di Pakistan. Penampilan angklung dari para ibu diaspora ikut memeriahkan penyambutan. Mereka berharap kunjungan ini meningkatkan perhatian pemerintah terhadap komunitas diaspora.
Salah satu diaspora RI, Rina Harahap, yang sudah 43 tahun tinggal di Pakistan, menyampaikan aspirasi terkait perlindungan dan peluang kerja sama ekonomi. “Harapan saya Indonesia semakin maju,” ujarnya.
Mahasiswi International Islamic University of Islamabad, Syifa Nur Fatimatul Aziza (24 tahun), turut menyampaikan aspirasi terkait kesempatan beasiswa dan kemudahan visa pelajar. Ia merasa belum banyak beasiswa penuh untuk studi di Pakistan.
“Dengan adanya kunjungan Presiden seperti ini sangat bagus, terutama untuk teman-teman diaspora yang ada di Pakistan. Karena kami merasa diperhatikan dan membuat citra Indonesia semakin bagus,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya