Dark/Light Mode

Kolaborasi RI–Rusia Kian Meningkat, Siap Bangun Industri Kapal Dan Pacu IKM

Jumat, 12 Desember 2025 22:21 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan sambutan pada pembukaan Indonesia–Russia Business Matching yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Moskow, Senin (8/12/2025). (Foto: Kemenperin)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan sambutan pada pembukaan Indonesia–Russia Business Matching yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Moskow, Senin (8/12/2025). (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan kerja sama industri antara Indonesia dan Rusia terus menunjukkan perkembangan pesat dan semakin strategis.

Penegasan itu ia sampaikan saat menghadiri pertemuan bilateral serta membuka gelaran Indonesia–Russia Business Matching yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Moskow, awal Desember 2025.

“Hubungan kedua negara telah bergerak ke arah yang lebih substantif dan komprehensif, khususnya dengan pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Kremlin, yang memperkuat koordinasi bilateral serta membuka ruang kerja sama strategis yang lebih luas,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Menperin memaparkan perkembangan kerja sama ekonomi kedua negara menunjukkan tren positif. Pada 2024, total perdagangan bilateral nonmigas mencapai 3,9 miliar dolar AS atau tumbuh 18,69 persen sejak 2020. Hingga Oktober 2025, nilai perdagangan meningkat menjadi 4,04 miliar dolar AS.

Investasi Rusia di Indonesia juga tercatat konsisten. Pada 2024, total investasi Rusia mencapai 262,7 juta dolar AS, sedangkan hingga September 2025 sudah mencapai 147,2 juta dolar AS. “Angka ini menunjukkan kepercayaan pelaku industri Rusia terhadap stabilitas ekonomi dan potensi pengembangan industri di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga : RI-Rusia Mantapkan Kemitraan Industri Jelang INNOPROM 2026

Saat ini Indonesia dan Rusia tengah menuntaskan dua dokumen penting kerja sama industri, yaitu MoU on Cooperation in the Field of Shipbuilding dan MoU on Cooperation in the Field of Scientific Research on the Safe Use of Chrysotile Asbestos.

Salah satu dokumen, yakni kerja sama riset keselamatan penggunaan chrysotile asbestos, telah ditandatangani Menperin Agus Gumiwang bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Anton Alikhanov di Moskow pada 8 Desember 2025.

“Kami berharap MoU lainnya dapat segera diselesaikan sehingga memberikan kejelasan kerangka kolaborasi bagi industri besar maupun IKM kedua negara,” katanya.

Agus menyebut dialog intensif antar-pelaku industri kedua negara merupakan faktor penting untuk mengatasi berbagai hambatan teknis, termasuk tingginya biaya logistik karena jarak geografis yang jauh.

Ia mengapresiasi pelaksanaan Working Group on Trade, Investment and Industry ke-6 pada 11–12 Maret 2025 sebagai bagian dari Sidang Komisi Bersama Indonesia–Rusia yang digelar April 2025 di Jakarta. Forum tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan teknis, mulai dari isu industri, penguatan rantai pasok halal, logistik, standardisasi, sertifikasi, pertanian, hingga sektor finansial.

Baca juga : Asta Cita Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Dan Pemerataan

Menperin juga menegaskan dukungan Indonesia terhadap percepatan penyelesaian dan penandatanganan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA). “Perjanjian ini akan membuka akses pasar lebih luas, meningkatkan daya saing tarif, dan mengurangi hambatan non-tarif,” ujarnya.

Indonesia juga menyatakan komitmen memperkuat kerja sama multilateral, termasuk melalui partisipasi dalam BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC). Fokus kerja sama meliputi digitalisasi industri, teknologi mobilitas baru, transportasi tanpa awak, pengembangan SDM industri, pemberdayaan IKM, kecerdasan buatan, hingga bioindustri.

“Kami menilai BCIC merupakan platform strategis bagi transfer teknologi dan percepatan modernisasi industri nasional menuju industri cerdas, hijau, dan inklusif,” kata Agus.

Rangkaian agenda bilateral diperkuat dengan penyelenggaraan Indonesia–Russia Business Matching, yang dihadiri pejabat tinggi Rusia dan pelaku industri kedua negara. Forum tersebut mempromosikan sektor industri strategis Indonesia dan membuka peluang joint manufacturing serta alih teknologi.

Kegiatan tersebut diikuti 19 peserta dari sembilan perusahaan Indonesia dan 51 peserta dari sektor industri Rusia. Forum ini menghasilkan dua nota kesepahaman antara Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan dua lembaga Rusia.

Baca juga : Kemenperin Genjot Mutu Industri Lewat Inovasi Dan Standar Kemasan

MoU pertama dengan Foreign Trade Center (FTC) mencakup fasilitasi peluang investasi, penyelenggaraan roadshow, misi dagang, dan pertukaran informasi. MoU kedua dengan Association of Industrial Parks (AIP) Rusia berfokus pada peningkatan daya saing kawasan industri melalui pertukaran informasi pengembangan kawasan dan koordinasi kunjungan lapangan di kedua negara.

“Keseluruhan capaian ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Rusia tidak hanya memperkuat dialog kebijakan, tetapi juga menetapkan langkah konkret di tingkat dunia usaha,” ujar Menperin.

INNOPROM 2026

Menperin juga menegaskan kesiapan Indonesia menjadi Partner Country pada pameran industri internasional INNOPROM 2026 yang akan digelar di Rusia pada 6–9 Juli 2026.

“Kami meminta dukungan Pemerintah Rusia agar keterlibatan Indonesia dapat berjalan optimal. INNOPROM 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekuatan industri manufaktur nasional kepada pasar Rusia dan global,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.