Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menperin Pacu Ekspor Bus Ke Arab Untuk Layani Jemaah Haji-Umrah
Senin, 15 Desember 2025 14:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memacu penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan kebutuhan ibadah haji dan umrah, salah satunya ekspor bus ke Arab. Menurutnya, kebutuhan transportasi jamaah sangat besar dan menjadi peluang bagi industri nasional.
Hal itu disampaikan Agus saat membuka acara Business Matching Produk Dalam Negeri 2025 di Ruang Garuda, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (15/12/2025).
“Kebutuhan umrah dan haji itu besar sekali, misalnya bus. Kebutuhannya sangat besar untuk memenuhi kebutuhan jemaah kita di sini,” kata Agus.
Baca juga : Menperin: Banjir Impor Tekan Industri Keramik
Agus menjelaskan, selama ini Arab Saudi masih mengimpor bus dari negara lain karena tidak memproduksinya sendiri. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk masuk ke pasar tersebut.
“Kenapa nggak bus buatan Indonesia saja. Bus kita kan bagus-bagus, karoserinya juga bagus,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kementerian Perindustrian ingin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi industri dalam negeri agar dapat masuk ke rantai pasok kebutuhan haji dan umrah. Menurutnya, potensi pasar sangat besar mengingat Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim.
Baca juga : RMI: Pemerintah Penuhi HAM Ekosob Lewat MBG Dan Sekolah Rakyat
“Hal ini kami lakukan karena adanya potensi yang sangat besar, mengingat Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim,” jelasnya.
Agus menyebut, Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, mencapai 244,7 juta jiwa per Maret 2025. Jumlah tersebut tidak hanya menjadi identitas demografis, tetapi juga mencerminkan potensi kebutuhan dan peluang ekonomi yang signifikan, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Besarnya arus pergerakan jamaah, lanjut Agus, telah membentuk ekosistem haji dan umrah dengan nilai ekonomi yang besar. Melalui kegiatan Business Matching ini, Kemenperin menargetkan terbangunnya kemitraan industri yang berkelanjutan, kesesuaian spesifikasi produk dengan kebutuhan jamaah, serta peningkatan peran industri nasional dalam rantai pasok layanan haji dan umrah.
Baca juga : Brimob Buka Dapur Lapangan Untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
“Dengan begitu, manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas dan berkesinambungan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya