Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sejalan dengan Asta Cita, Wamen Fajar Dorong Literasi Data Lewat IFP
Rabu, 17 Desember 2025 18:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa literasi data merupakan pilar penting dalam mewujudkan generasi Indonesia cerdas dan sejahtera, sejalan dengan arah pembangunan nasional Asta Cita yang menjadi visi Presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Data dan Teknologi Informasi Pendidikan bertema “Penguatan Ekosistem Data Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran untuk Mewujudkan Indonesia Cerdas dalam Kerangka Asta Cita” yang diselenggarakan oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen pada Senin (15/12/2025), di Jakarta.
Wamen Fajar menambahkan, bahwa kebijakan penguatan pendidikan berbasis data merupakan bagian dari salah satu cara membangun ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi, dengan pendidikan sebagai fondasi utama.
"Pak Menteri Abdul Mu’ti dari awal dilantik Bapak Presiden, mendorong penguatan tata kelola data pendidikan yang terintegrasi, penguatan digitalisasi pembelajaran, serta menekankan pendekatan partisipasi semesta yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan satuan pendidikan." ungkapnya.
Baca juga : Selamatkan Warisan Bangsa, Bonnie Triyana Dorong Revisi UU Cagar Budaya
Oleh karena itu menurut Wamen Fajar, kebijakan pembagian Interactive Flat Panel (IFP) yang diinisiasi Presiden Prabowo bukan sekadar distribusi perangkat tv besar, melainkan implementasi kebijakan Presiden yang dijalankan oleh Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti untuk membangun infrastruktur pengetahuan berbasis data sejak sekolah.
Menurutnya, IFP diharapkan dapat memperkuat pembelajaran digital, menumbuhkan budaya belajar berbasis data, serta mendukung integrasi pengetahuan dengan teknologi dan kecerdasan buatan.
“IFP bukan sekadar perangkat. Ini adalah fondasi dan ekosistem untuk mengembangkan pengetahuan dan literasi berbasis data. Dari sekolah di Mansinam, Manokwari, Papua hingga Jakarta, semua anak Indonesia berhak memperoleh akses dan mutu pembelajaran yang setara,” tegasnya.
Baca juga : Pemprov DKI Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir dan Longsor Sumatera Utara
Ia juga menautkan kebijakan tersebut dengan komitmen Presiden Prabowo dalam mendorong penguatan STEM sejak PAUD sebagai basis pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Mengutip pemikiran Sumitro Djojohadikusumo, Wamen Fajar menegaskan bahwa ekonomi yang kuat hanya dapat dibangun di atas pengetahuan yang mendalam, hal itu sejalan dengan amanat UUD 1945 yaitu negara hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.
Dalam rakor tersebut, Kemendikdasmen memberikan Anugerah Data dan Teknologi Informasi Pendidikan 2025 sebagai bentuk apresiasi atas praktik baik pemanfaatan data dan teknologi dalam pendidikan. Apresiasi ini menurut Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti dalam laporannya, mencerminkan tumbuhnya ekosistem pendidikan berbasis data yang selaras dengan kebijakan Kemendikdasmen, mulai dari inovasi pembelajaran, penguatan kapasitas sumber daya manusia, kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan kecerdasan buatan dan superaplikasi Rumah Pendidikan milik Kemendikdasmen, hingga pembelajaran jarak jauh adaptif.
Baca juga : Pelindungan Konsumen Digital Wajib Diperkuat, BI Dorong Kolaborasi Global
Di akhir, Wamen Fajar menegaskan bahwa apresiasi tersebut bukan tujuan akhir, melainkan penanda ikhtiar bersama untuk memastikan kebijakan Presiden Prabowo benar-benar berdampak hingga ke ruang kelas.
“Yang terpenting adalah bagaimana data, teknologi, dan pengetahuan dikelola bersama untuk memperkuat kebijakan dan pembelajaran. Dengan penguatan literasi data, kita sedang membangun fondasi masa depan Indonesia Emas di 2045,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya