Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Demi Keselamatan Liputan, Kemenhan Latih Jurnalis Membaca GPS
Kamis, 18 Desember 2025 23:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membekali awak media dengan kemampuan membaca dan menggunakan Global Positioning System (GPS) guna meningkatkan keselamatan saat melakukan peliputan di daerah rawan bencana maupun wilayah berisiko tinggi.
Pelatihan ini digelar di Resimen Latihan dan Pertempuran (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana, Karawang. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Kemhan Bekali Awak Media Prosedur Kedaruratan di Daerah Rawan untuk Tingkatkan Keselamatan” yang berlangsung pada 15–20 Desember 2025.
Sebanyak 42 jurnalis dari berbagai media, televisi, media daring, cetak, hingga radio, ikut serta dalam pembekalan ini.
Pelatih Menlatpur Kostrad, Kapten Infanteri Syaepurrahman, mengatakan penguasaan GPS menjadi keterampilan penting bagi jurnalis yang bertugas di lapangan, khususnya saat meliput di wilayah terdampak bencana alam atau daerah dengan keterbatasan akses.
Baca juga : Di Menlatpur Kostrad Sanggabuana, 42 Jurnalis Berlatih Gerakan Taktis
“Dalam situasi darurat, jalur bisa terputus dan komunikasi terbatas. GPS membantu menentukan posisi, membaca koordinat, serta mencari rute alternatif agar tetap bisa bergerak dengan aman,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).
Materi pelatihan diberikan secara bertahap, dimulai dari pemahaman teori mengenai fungsi dan prinsip kerja GPS, cara membaca koordinat, serta menentukan titik awal dan tujuan.
Setelah itu, peserta melakukan praktik langsung melalui simulasi lapangan agar terbiasa menggunakan perangkat navigasi dalam kondisi nyata, termasuk membaca GPS yang dipadukan dengan Kompas Prisma pada malam hari.
Yakni, dengan menjaga orientasi arah di kondisi minim cahaya, menentukan azimut, serta menerapkan prosedur keselamatan selama bergerak di malam hari.
Baca juga : Digelandang ke Mobil Tahanan, Bupati Lamteng Goda Jurnalis: Kamu Cantik Hari Ini
Syaepurrahman menekankan pentingnya ketelitian dan kedisiplinan dalam navigasi. Faktor medan, cuaca, hingga gangguan benda logam dapat mempengaruhi akurasi alat dan perlu diperhitungkan dengan cermat. Tapi tak cuma membaca GPS, para Jurnalis diajari tentang Tactical Combat Casualty Care (TCCC).
Pembekalan terkait ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar penanganan awal korban trauma di lingkungan berisiko, dengan penekanan pada respons yang cepat dan tepat sesuai kondisi taktis di lapangan.
Materi tersebut disampaikan Kapten Ckm Jeffri Ginting. Dia menegaskan bahwa TCCC merupakan tindakan yang sangat krusial dalam menentukan keselamatan korban sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Pembekalan dilengkapi dengan praktik lapangan melalui simulasi fase TCCC serta penerapan metode MARCH (Massive Hemorrhage (Perdarahan Masif), Airway (Jalan Napas), Respiration (Pernapasan), Circulation (Sirkulasi), dan Head Injury/Hypothermia (Cedera Kepala/Hipotermia).
Baca juga : UIN Jakarta Jadi Model Kemandirian Finansial, Kemenag Dorong Optimalisasi BLU
Melalui pembekalan ini, Kemenhan berharap para jurnalis memiliki kesiapan dan kemampuan mitigasi risiko yang lebih baik, sehingga dapat menjalankan tugas jurnalistik secara profesional sekaligus menjaga keselamatan di lapangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya