Dark/Light Mode

Kemenhan: Pelatihan Awak Media Wujud Kepedulian Negara Terhadap Jurnalis

Minggu, 21 Desember 2025 22:01 WIB
Caption : Pelatihan kedaruratan liputan daerah rawan dari Kementerian Pertahanan dan Pusat Penerangan (Puspen) TNI yang diikuti 42 jurnalis dari berbagai media rampung pada Sabtu 20 Desember 2025. (Foto : Biro Infohan Kemenhan)
Caption : Pelatihan kedaruratan liputan daerah rawan dari Kementerian Pertahanan dan Pusat Penerangan (Puspen) TNI yang diikuti 42 jurnalis dari berbagai media rampung pada Sabtu 20 Desember 2025. (Foto : Biro Infohan Kemenhan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menegaskan bahwa pembekalan dan pelatihan kedaruratan yang diberikan kepada awak media bukan merupakan bentuk militerisasi terhadap jurnalis, melainkan wujud perhatian negara terhadap keselamatan insan pers saat menjalankan tugas jurnalistik di daerah rawan.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan, Rico Ricardo Sirait, usai upacara penutupan pembekalan awak media di Resimen Latihan dan Pertempuran (Menlatpur) Kostrad, Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (20/12/2025).

“Pelatihan ini tidak dimaksudkan untuk mengubah cara kerja ataupun sikap kritis awak media. Pembekalan ini murni bertujuan agar jurnalis memiliki kesiapan fisik, mental, dan psikologis saat meliput di daerah bencana maupun wilayah konflik,” ujar Rico.

Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, sejak 14 hingga 20 Desember 2025 tersebut, diikuti oleh 42 jurnalis dari berbagai media nasional dan daerah, mulai dari televisi, media daring, media cetak, hingga radio.

Baca juga : Kampanye Migran Aman, Wujud Komitmen Negara Beri Pelindungan Maksimal bagi PMI

Para peserta mendapatkan pembekalan dari 26 pelatih Menlatpur Kostrad Sanggabuana yang berpengalaman menangani situasi darurat dan medan berisiko tinggi.

Berbagai materi bersifat strategis dan aplikatif yang diberikan antara lain, pemahaman kebijakan pertahanan negara, karakteristik daerah rawan, pola koordinasi dengan aparat terkait, prosedur kedaruratan, serta aspek keselamatan dan perlindungan diri dalam peliputan.

Rico menjelaskan, keterlibatan unsur TNI dalam pelatihan ini semata-mata didasarkan pada kapasitas dan pengalaman mereka dalam aspek keselamatan dan kedaruratan, tanpa sedikit pun mengurangi independensi pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

“Kami ingin menegaskan bahwa independensi wartawan tetap menjadi prinsip utama. Sesuai arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, kegiatan ini tidak boleh mengganggu sikap kritis, objektivitas, dan profesionalisme jurnalistik,” tegasnya.

Baca juga : KPK Kebut Penghitungan Kerugian Negara Kasus Kuota Haji

Menurut Rico, awak media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Karena itu, keselamatan jurnalis saat bertugas di lapangan, terutama di wilayah rawan dan dalam kondisi darurat, menjadi perhatian serius pemerintah.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melalui amanah yang dibacakan Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Ekonomi, Marsda TNI Yusran Lubis, menegaskan.

Pembekalan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk membangun kesadaran akan pentingnya keselamatan, kesiapsiagaan, dan profesionalisme awak media saat menjalankan tugas jurnalistik di wilayah rawan maupun dalam situasi kedaruratan.

Baca juga : Bencana Sumatera Tak Berdampak Negatif, Purbaya: Ekonomi Tetap Tumbuh Positif

“Media memiliki peran yang sangat penting dan tidak terpisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, baik sebagai penyampai informasi, pembentuk opini publik, maupun sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional,” ujar Yusran membacakan amanah Menhan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh awak media, jajaran Kemenhan dan TNI, para narasumber, instruktur, serta panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan ini dapat semakin memperkuat kemitraan yang konstruktif antara Kemenhan, TNI, dan insan pers dalam menghadirkan informasi publik yang berkualitas, akurat, dan bertanggung jawab,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.