Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bantu Korban Bencana Di Sumatera
Gerindra Berharap Dana Pendidikan Bisa Fleksibel
Jumat, 19 Desember 2025 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Politisi Partai Gerindra, Muhammad Husni berharap fleksibilitas bantuan pendidikan untuk membantu pelajar dan mahasiswa korban bencana di Pulau Sumatera. Salah satunya melalui percepatan dan perluasan penyaluran Kartu Indonesia Pintar-Program Indonesia Pintar (KIP-PIP).
“Dampak bencana tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga menghantam kondisi ekonomi keluarga, termasuk keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka,” kata Politisi Gerindra, Husni di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Anggota Komisi VIII DPR itu mengaku, usulan tersebut muncul setelah dirinya turun langsung ke lokasi musibah banjir di Pulau Sumatera, termasuk di Aceh. Dari hasil pemantauannya, banyak pelajar dan mahasiswa terdampak bencana alam tersebut.
Saat berada di lapangan, Husni mengaku menemukan banyak siswa dan mahasiswa mengalami tekanan ekonomi berat pascabencana. Kata dia, tdak sedikit dari mereka yang tengah menempuh pendidikan di luar daerah, namun kesulitan membiayai kebutuhan pendidikan karena orang tua dan keluarga ikut terdampak.
Baca juga : Tancap Gas Di Akhir Tahun, KPK Gelar 3 OTT
“Kita ketahui Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama memiliki program KIP-PIP yang tujuannya memberikan beasiswa kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Husni pun mendorong pelajar dan mahasiswa yang telah terdaftar sebagai penerima KIP-PIP benar-benar dapat memanfaatkan program tersebut sebagai penopang utama pembiayaan pendidikan di tengah situasi darurat.
Husni berharap, Pemerintah dapat memberikan kemudahan akses serta prioritas khusus bagi daerah yang tertimpa bencana. Husni menegaskan, pentingnya keberpihakan negara agar bencana tidak berujung pada meningkatnya angka putus sekolah. Dia meminta seluruh kementerian terkait membuka ruang seluas-luasnya untuk bantuan pendidikan, termasuk beasiswa bagi keluarga kurang mampu di wilayah terdampak.
“Jadi saya mohon izin kepada Bapak Menteri Agama, Bapak Menteri Pendidikan Tinggi, Kemendikbud, dan kementerian terkait lainnya. Mari kita bantu anak-anak kita agar tidak sampai putus sekolah. Berikan semua bantuan, KIP-PIP dan beasiswa pendidikan kepada mereka,” tegasnya.
Baca juga : Asetnya Tembus Rp 1.028 Triliun, Pengembangan Bank Syariah On The Track
Selain bantuan langsung kepada peserta didik, Husni juga menaruh perhatian serius pada kondisi fasilitas pendidikan dan keagamaan yang rusak akibat bencana. Ia menyebut banyak sekolah, madrasah, hingga rumah ibadah yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera.
“Masuk ke bangunan-bangunannya terlebih dahulu. Pasca bencana ini, banyak sekolah rusak, banyak madrasah rusak, dan banyak pula rumah ibadah yang rusak,” ujarnya.
Menurut Husni, perbaikan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, mulai dari bangunan yang rusak berat hingga yang mengalami kerusakan ringan. Dia mengatakan, yang sudah rusak berat atau hancur harus dibangun kembali.
“Sementara yang mengalami kerusakan sedang atau ringan perlu segera diperbaiki,” jelasnya.
Baca juga : Hukuman Kerja Sosial Adil Dan Beri Efek Jera
Husni menambahkan, pemulihan sarana pendidikan menjadi kunci agar proses belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal. Dengan demikian, kata dia, anak-anak di daerah terdampak tidak semakin tertinggal akibat musibah yang menimpa wilayah mereka.
“Semua ini kita utamakan khusus untuk daerah-daerah bencana, karena tidak ada satu pun daerah yang menginginkan musibah seperti ini terjadi,” tutupnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya