Dark/Light Mode

Target Tahun Lalu Tercapai

2026, Kementan Wujudkan Hilirisasi Sektor Perkebunan

Jumat, 2 Januari 2026 06:55 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Foto: Dok. Kementan
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Foto: Dok. Kementan

 Sebelumnya 
Selain tanaman pangan, Kementan juga mendata dampak bencana pada subsektor peternakan, meliputi ternak ayam, sapi, dan kambing. Pemerintah akan menyiapkan bantuan pemulihan bagi peternak terdampak.

“Untuk peternakan yang terdampak bencana, Kementan akan menyiapkan bantuan pemulihan, termasuk bantuan ternak, pakan, serta sarana pendukung lainnya agar usaha peternakan masyarakat dapat bangkit kembali,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Hermanto mengatakan, pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi pertanian terus dilakukan untuk mewujudkan swasembada beras nasional yang berkelanjutan.

“Pengelolaan air yang tepat bukan sekadar persoalan teknis, tetapi berdampak langsung pada ketahanan pangan,” kata Hermanto.

Baca juga : Gerindra Kaltara Gelar Doa Bersama Dan Santunan Yatim

Dia menjelaskan, perhitungan pengelolaan air yang akurat memungkinkan petani memaksimalkan pemanfaatan air, menekan risiko kekurangan pasokan pada musim kemarau, serta meningkatkan produktivitas pertanian.

Untuk itu, Kementan menerapkan prinsip pengelolaan irigasi pertanian berkelanjutan melalui koordinasi dan sinkronisasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, dalam hal ini Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai, serta Balai Wilayah Sungai di daerah.

“Melalui perbaikan jaringan irigasi tersier dan koordinasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air, distribusi air ke lahan pertanian dapat terjaga dengan baik,” ujarnya.

Upaya tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025.

Baca juga : PKB Pastikan Dukung Pilkada Tidak Langsung

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah mempercepat perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi pada daerah irigasi yang sekitar 60 persen kondisinya belum optimal.

Hermanto menyebutkan, realisasi Instruksi Presiden tahap pertama dengan target 280.880 hektare telah mencapai 99,93 persen. Pada tahap kedua dengan target 225.775 hektare, capaian pengerjaan mencapai 83,46 persen untuk jaringan irigasi utama, 98,66 persen untuk jaringan irigasi tersier, dan 92,25 persen untuk pembangunan serta rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Tanah.

Sementara itu, pada tahap ketiga dengan target 146.503 hektare, realisasi pembangunan jaringan irigasi utama mencapai 67,67 persen, jaringan irigasi tersier 87,57 persen, serta pembangunan dan rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Tanah mencapai 93,91 persen.

“Ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum, serta dukungan kuat dari pemerintah daerah,” pungkas Hermanto. ASI

Baca juga : Sepanjang 2025, Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 25 T

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 2 Januari 2026 dengan judul "Target Tahun Lalu Tercapai 2026, Kementan Wujudkan Hilirisasi Sektor Perkebunan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.