Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menteri Mukhtarudin Terima Audiensi IBI-K57
Pemerintah Siapkan Pekerja Migran Berdaya Saing Global
Rabu, 7 Januari 2026 06:55 WIB
Sebelumnya
Fenomena ini diperkuat kondisi aging population di banyak negara maju di Eropa dan Asia, yang menyebabkan penurunan populasi usia produktif.
Sebaliknya, Indonesia justru tengah menuju puncak bonus demografi pada dekade 2030-an, ketika penduduk usia produktif mendominasi.
“Kita harus memanfaatkan ini sebagai peluang. Lapangan kerja dalam negeri terus kita dorong, tetapi pasar luar negeri juga harus dioptimalkan agar bonus demografi tidak berubah menjadi bencana demografi,” tuturnya.
Kementerian P2MI berkomitmen meningkatkan kapasitas pekerja migran melalui pelatihan bahasa dan keterampilan, serta memperkuat sinergi lintas sektor untuk memastikan penempatan yang prosedural dan bermartabat.
Langkah ini sejalan dengan target penempatan ratusan ribu pekerja migran berkualitas dalam beberapa tahun ke depan.
Baca juga : Undang Jokowi Dan Gibran, PSI Jateng Akan Gelar Rakorwil Di Kota Solo
Mantan anggota DPR itu juga memaparkan data terbaru Sistem Komputerisasi Pelayanan P2MI (SISKOP2MI) per 1 Januari 2026.
Dari total 344.453 lowongan kerja luar negeri, baru sekitar 18,8 persen atau 64.908 yang terisi.
“Artinya, masih tersedia sekitar 81,2 persen atau 279.545 lowongan,” katanya.
Data tersebut konsisten dengan pemetaan Kementerian P2MI yang mencatat sekitar 350.000 lowongan kerja resmi di pasar global sepanjang 2025–2026, dengan permintaan tinggi di sektor kesehatan, manufaktur, perikanan, hospitality dan pengelasan.
Sementara, proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk usia produktif Indonesia mencapai puncak sekitar 194–196 juta jiwa pada 2025, dengan dependency ratio terendah sekitar 44–45 persen.
Baca juga : Disampaikan Fadli Zon, Prabowo Itu Pemimpin Yang Strong Leadership
Jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga mendekati 213 juta jiwa pada 2045.
Prioritas Kementerian P2MI meliputi perlindungan menyeluruh pekerja migran sejak prapenempatan hingga purna tugas, peningkatan keterampilan melalui Sekolah Vokasi Migran, serta target quick win Presiden Prabowo berupa penempatan 500 ribu pekerja migran profesional pada tahun ini.
“Peningkatan kualitas pekerja migran bukan hanya menjawab kebutuhan global, tetapi juga mencegah bonus demografi menjadi bencana demografi,” kata Mukhtarudin.
Rektor IBI Kosgoro 1957 Haswan Yunaz menambahkan, peningkatan kualitas pekerja migran merupakan kunci untuk menjawab kebutuhan pasar kerja global sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah.
“Penyiapan calon pekerja migran harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi sejak prapenempatan,” ujarnya.
Baca juga : Kasus Suap Ijon Proyek, KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Bekasi
Dia berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan pekerja migran yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mandiri secara finansial dan mampu berwirausaha setelah kembali ke tanah air. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 7 Januari 2026 dengan judul "Menteri Mukhtarudin Terima Audiensi IBI-K57 Pemerintah Siapkan Pekerja Migran Berdaya Saing Global"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya