Dark/Light Mode

Akademisi Nilai BNN Berhasil Terapkan Arahan Presiden soal Kolaborasi

Rabu, 7 Januari 2026 20:31 WIB
Foto: BNN.
Foto: BNN.

RM.id  Rakyat Merdeka - Arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh institusi negara memperkuat kolaborasi lintas sektor dan menanggalkan ego sektoral mulai terlihat dalam praktik kebijakan di berbagai lembaga.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi salah satu institusi yang dinilai berhasil mengimplementasikan arahan tersebut secara konkret di bawah kepemimpinan Komjen Suyudi Ario Seto.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Akademisi Universitas Esa Unggul, Dr. Iswadi. Ia menilai, BNN menunjukkan langkah progresif dengan menjadikan sinergi antarinstansi sebagai fondasi utama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika.

Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo dalam menghadapi persoalan nasional yang bersifat kompleks dan lintas sektor.

“Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan secara konsisten menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dan menghindari ego sektoral. Saya melihat BNN RI di bawah kepemimpinan Komjen Suyudi Ario Seto sudah berada di jalur yang tepat dengan mengedepankan sinergi antar instansi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba,” ujar Iswadi dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Iswadi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI) menegaskan bahwa persoalan narkotika tidak bisa diselesaikan secara parsial.

Baca juga : Mesir dan Nigeria Amankan Tiket Perempatfinal Piala Afrika 2025

Sebab, kejahatan ini bersifat multidimensional karena melibatkan jaringan luas lintas wilayah hingga lintas negara.

“Pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama. Upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan satu lembaga. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, akademisi, media, serta partisipasi aktif masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti keterbukaan BNN dalam membangun kerja sama dengan kalangan akademisi dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Iswadi, langkah tersebut mencerminkan praktik tata kelola pemerintahan yang inklusif, adaptif, dan berbasis pengetahuan, sebagaimana ditekankan Presiden Prabowo dalam membangun birokrasi yang efektif dan berorientasi pada hasil.

“Dengan memperkuat sinergi dan kolaborasi, BNN tidak hanya menjalankan fungsi kelembagaannya, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mendukung visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan pemerintahan yang solid, bersatu, bebas dari ego sektoral, dan mampu menjawab tantangan nasional secara bersama sama,” tambahnya.

Sejumlah langkah konkret BNN dinilai menjadi bukti nyata penerapan pendekatan kolaboratif tersebut. Salah satunya adalah keberhasilan pengungkapan jaringan internasional peredaran gelap narkotika bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Imigrasi.

Baca juga : Beckham Putra Optimistis Persib Lanjutkan Tren Positif di Kediri

Jaringan tersebut menggunakan modus baru dengan menyamarkan narkotika dalam liquid vape dan kemasan sachet minuman energi.

Pengungkapan dilakukan dalam Operasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (6/1/2026).

Keberhasilan ini menunjukkan kuatnya koordinasi dan pertukaran informasi antarinstansi dalam menghadapi kejahatan narkotika yang kian kompleks.

Selain itu, sinergi BNN dengan Polri juga terlihat dalam penggerebekan di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Operasi lanjutan yang digelar pada Jumat (7/11/2024) berhasil menyita total 89 kilogram sabu serta puluhan senjata api laras panjang dan pendek, melengkapi pengungkapan sebelumnya pada Rabu (5/11).

Di sektor pencegahan, BNN meluncurkan Program Jaga Jakarta Tanpa Narkoba melalui Apel Kebangsaan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu (30/10/2025).

Baca juga : PM Malaysia Minta AS Segera Bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro & Istri

Program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam melindungi Jakarta dari ancaman narkotika. Program tersebut melibatkan pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, media massa, serta masyarakat luas.

Kolaborasi ini dinilai penting mengingat Jakarta merupakan pusat pemerintahan, ekonomi, dan aktivitas sosial budaya nasional.

Tak hanya itu, BNN bersama Bison Indonesia juga menggelar Kemah Kebangsaan Bersinar se-Jabodetabek di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Kegiatan ini dihadiri oleh Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, serta melibatkan sekitar 1.200 pelajar SMA dan SMK dengan pendampingan guru pembina.

Mengusung tema Membangun Kesadaran dan Kepedulian Antinarkoba di Kalangan Generasi Muda Bersinar Bersama BNN Indonesia, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat upaya pencegahan dini melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

“Semua ini membuktikan bahwa BNN telah mengimplementasikan arahan Presiden Prabowo untuk selalu mengedepankan kolaborasi dan meninggalkan ego sektoral dalam menghadapi persoalan bangsa,” pungkas Iswadi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.