Dark/Light Mode

PM Malaysia Minta AS Segera Bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro & Istri

Minggu, 4 Januari 2026 17:08 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim (Foto: Instagram)
PM Malaysia Anwar Ibrahim (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim meminta Amerika Serikat (AS) untuk segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istri, Cilia Flores yang ditangkap pada Sabtu (3/1/2026).

Anwar menilai langkah AS sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, dan tergolong sebagai penggunaan kekuatan secara tidak sah terhadap sebuah negara berdaulat.

Baca juga : China Kutuk Keras Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Oleh AS

"Saya mengikuti perkembangan di Venezuela dengan keprihatinan yang mendalam. Pemimpin Venezuela dan istrinya telah ditangkap dalam sebuah operasi militer Amerika Serikat, yang memiliki cakupan dan karakter yang tidak lazim," tulis Anwar lewat Instagram, Minggu (4/1/2026).

"Presiden Maduro dan istrinya harus segera dibebaskan tanpa penundaan yang tidak semestinya," tegasnya.

Baca juga : Rusia Minta AS Klarifikasi Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Apa pun alasannya, kata Anwar, penculikan secara paksa terhadap seorang kepala pemerintahan yang sedang menjabat melalui intervensi eksternal, dapat menciptakan preseden yang berbahaya. Menggerus batasan-batasan mendasar dalam penggunaan kekuasaan antarnegara, serta melemahkan kerangka hukum yang menopang tatanan internasional.

Anwar berpendapat, rakyat Venezuela memiliki hak untuk menentukan masa depan politiknya sendiri. Sejarah menunjukkan, perubahan kepemimpinan yang terjadi secara tiba-tiba akibat penggunaan kekuatan eksternal, akan membawa lebih banyak mudarat ketimbang manfaat. Terutama, bagi negara yang telah lama dilanda kesulitan ekonomi berkepanjangan dan tekanan sosial yang mendalam.

Baca juga : Dakwa Maduro, Jaksa Agung Pamela Bondi: Rasakan Kemurkaan Pengadilan Amerika!

"Malaysia memandang penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara sebagai prinsip utama dalam menjaga hubungan damai antarnegara," ujar Anwar.

Menurutnya, keterlibatan yang konstruktif, dialog, dan upaya de-eskalasi tetap menjadi jalan paling kredibel menuju hasil yang melindungi warga sipil. "Ini memungkinkan rakyat Venezuela memperjuangkan aspirasi sah mereka, tanpa menimbulkan kerugian lebih lanjut," pungkas Anwar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.