Dark/Light Mode

Implementasikan Asta Cita Prabowo, BNN Tuai Apresiasi

Kamis, 15 Januari 2026 17:25 WIB
Foto: BNN.
Foto: BNN.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Suyudi Ario Seto, memaparkan langkah-langkah strategis BNN dalam mendukung implementasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Career Day Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) DKI Jakarta ke-10 di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (13/1/2026).

"Presiden Prabowo melalui visi Asta Cita telah menegaskan komitmen pemerintah dalam pemberantasan narkoba. Isu narkoba bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan bagian integral dari reformasi sistem hukum dan tata kelola pemerintahan,” ujar Komjen Suyudi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Milenial Muslim Bersatu (MMB), Khairul Anam, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis BNN yang dinilai sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, kehadiran Kepala BNN dalam forum pendidikan menunjukkan keseriusan pendekatan preventif yang menyasar generasi muda.

Baca juga : Berhasil Jangkau 58 Juta Jiwa, Prabowo Yakin MBG Tembus 82 Juta Di 2026

“Ini membuktikan bahwa BNN di bawah kepemimpinan Komjen Suyudi telah mengimplementasikan arahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi serta penghapusan ego sektoral. Hal ini dijalankan secara konkret oleh BNN di era Presiden Prabowo,” ujar Anam dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Ia menilai strategi BNN selaras dengan semangat Asta Cita, khususnya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap ancaman narkoba yang semakin kompleks.

“Kami melihat BNN berada di jalur yang tepat dengan mengedepankan pendekatan kolaboratif, edukatif, dan berbasis data. Ini penting agar generasi muda memiliki pemahaman kuat tentang bahaya narkoba sekaligus daya tahan sosial yang lebih baik,” jelasnya.

Menurut Anam, pendekatan komprehensif menjadi kebutuhan mendesak mengingat ancaman narkoba kini semakin masif dan menyasar pelajar serta generasi muda.

“Pendekatan seperti ini sangat tepat dan relevan dengan tantangan saat ini,” imbuhnya.

Baca juga : Kemendagri Terbitkan Aturan Baru, Perkuat Peran BPBD Hadapi Ancaman Bencana

Anam juga menyatakan dukungan terhadap berbagai program BNN, khususnya yang menyasar pelajar, mahasiswa, komunitas milenial, dan Gen Z.

“Kami mendukung penuh. Kebijakan BNN saat ini sejalan dengan semangat Presiden Prabowo dalam membangun generasi muda yang sadar, berdaya, dan bebas dari jeratan narkoba,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komjen Suyudi Ario Seto menerima audiensi Pengurus Besar (PB) Al Washliyah di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (9/1/2026). Pertemuan tersebut membahas kolaborasi strategis dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, Komjen Suyudi juga menerima audiensi Rektor Universitas Pancasila Adnan Hamid beserta jajaran pimpinan universitas untuk menjalin kerja sama Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya melalui pendekatan edukatif dan penguatan karakter generasi muda berbasis nilai-nilai Pancasila, Selasa (13/1/2026).

Dalam aspek penindakan, BNN bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil mengungkap jaringan internasional peredaran gelap narkotika dengan modus penyamaran narkotika dalam liquid vape dan kemasan sachet minuman energi.

Baca juga : Libatkan Supeltas, Pengamanan Nataru Di Bogor Tuai Apresiasi

Pengungkapan tersebut dilakukan dalam Operasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (6/1/2026).

Sinergi BNN dan Polri juga terlihat dalam penggerebekan kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Komjen Pol. Suyudi memimpin langsung operasi tersebut bersama sekitar 700 personel gabungan.

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan sembilan orang, sehingga total 27 orang diamankan dalam dua kali penggerebekan. Barang bukti yang disita antara lain 89 kilogram sabu, 91,53 gram ganja, serta 159 butir ekstasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.