Dark/Light Mode

Bertemu Ekosistem Perumahan

Menteri Ara: Realisasi Akad Massal Rumah Subsidi Lampaui Target

Kamis, 15 Januari 2026 20:07 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait saat Evaluasi Kinerja Program Perumahan 2025 dan Program Strategis Sektor Perumahan Awal 2026 di Jakarta Kamis (15/1/2026). Foto: M Fiky Aziz/RM
Menteri PKP Maruarar Sirait saat Evaluasi Kinerja Program Perumahan 2025 dan Program Strategis Sektor Perumahan Awal 2026 di Jakarta Kamis (15/1/2026). Foto: M Fiky Aziz/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan tidak ragu melakukan terobosan di sektor perumahan. Salah satunya melalui akad massal dan serah kunci rumah subsidi yang sudah dua kali digelar dan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu dikatakan Maruarar di acara Evaluasi Kinerja Program Perumahan 2025 dan Program Strategis Sektor Perumahan Awal 2026 di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Dalam sambutannya, Ara sapaan akrab Maruarar sempat berkelakar soal capaian akad massal tersebut.

"Di akad massal ini saya sempat ‘ngibulin’ Presiden Prabowo. Yang pertama di Kabupaten Bogor janjinya 25 ribu unit, realisasinya jadi 26 ribu. Yang kedua di Banten janji 50 ribu, ternyata 53 ribu unit," ujar Ara disambut riuh para eksosistem perumahan.

Baca juga : Bertemu Menkum, Ara Bahas Kuota BSPS hingga Rusun Subsidi Perkotaan

Sedangkan akad massal ketiga akan digelar di Batam, pada Juli 2026 dengan target 60 ribu unit. Selanjutnya, Desember mendatang di Jawa Timur, ditargetkan mencapai 71 ribu unit. "Ini harus konkret. Semua kerja pakai target," tegasnya.

Mantan anggota DPR empat periode itu meminta seluruh jajaran Kementerian PKP, termasuk para direktur jenderal, segera mereview target rumah susun dan rumah subsidi agar pembangunan terukur dan tidak sekadar wacana.

Ara juga mengapresiasi dukungan dunia usaha, mulai dari Kadin, HIPMI hingga asosiasi pengembang yang selama ini bersinergi dengan Pemerintah. Ia mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda baru di sektor perumahan melalui proses yang sehat dan bersih.

"Tidak perlu korupsi, tidak perlu jalan pintas. Dari proses yang benar kita lahirkan orang-orang kaya baru," ujarnya.

Baca juga : Menteri Ara Cek Renovasi Rumah Hingga Bagi Beras Ke Warga Menteng

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, Kementerian PKP terus membuka ruang komunikasi seluas luasnya dengan pengembang, perbankan dan masyarakat. Seluruh masukan terkait lahan, perizinan, hingga pembiayaan diminta disampaikan secara terbuka.

"Kebijakan harus pro negara, pro rakyat, dan pro dunia usaha. Tiga-tiganya harus seimbang," katanya

81 Persen Anggaran PKP Untuk Rakyat

Terkait anggaran, Ara menegaskan, keberpihakan penuh pada rakyat kecil. Dari total anggaran sekitar Rp10 triliun, lebih dari 81 persen dialokasikan untuk program renovasi rumah rakyat miskin.

Baca juga : Presiden Resmikan Akad Massal 50.030 Rumah Subsidi & Serahkan Kunci Di Serang

Tahun ini, target renovasi mencapai 400 ribu unit, melonjak signifikan dari 45 ribu unit tahun lalu. Mantan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran ini juga memaparkan roadmap pembangunan perumahan nasional yang dimulai dari Jawa Barat, Banten, Batang, Jawa Timur, lalu berlanjut ke Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara agar pembangunan perumahan merata.

Selain itu, Pemerintah tengah menyiapkan hunian tetap bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera Utara dengan dukungan APBN. Lahan dan anggaran sudah siap.

Ara turut mengapresiasi kontribusi CSR sejumlah korporasi besar, seperti Astra, Adaro, Ciputra, Lippo, Barito, hingga Harum Energy. Ia menyebut CSR perumahan 2025 terbesar sepanjang sejarah untuk program perumahan rakyat.

"Ini ekosistem gotong royong. Tapi integritas harus dijaga. Tidak boleh ada terima uang atau tanah. Peran kami fasilitator," tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.