Dark/Light Mode

Total Korban Ada 10

Menteri KKP Konfirmasi, 3 Pegawainya Jadi Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Minggu, 18 Januari 2026 10:53 WIB
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (kedua kiri) bersama Dirut PT Indonesia Air Transport Tri Adi Wibowo dalam konferensi pers terkait jatuhnya pesawat ATR 42-500 pada Sabtu (17/1/2026) malam. (Foto: YouTube)
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (kedua kiri) bersama Dirut PT Indonesia Air Transport Tri Adi Wibowo dalam konferensi pers terkait jatuhnya pesawat ATR 42-500 pada Sabtu (17/1/2026) malam. (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kelautan & Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan rasa sedih dan prihatin atas jatuhnya pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang dioperasikan PT Indonesia Air Transport (IAT), Sabtu (11/1/2026). Terlebih, tiga pegawai Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP) menjadi korban jatuhnya pesawat nahas tersebut, bersama tujuh kru Indonesia Air Transport. 

Hal ini disampaikan Trenggono saat mengklarifikasi informasi yang beredar di masyarakat mengenai logo Kementerian Kelautan dan Perikanan di pesawat tersebut, dalam konferensi pers pada Sabtu (17/1/2026) malam.

"Perlu kami sampaikan, benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut, yang sedang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia," jelas Trenggono.

Trenggono memaparkan, tim air surveillance dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang masuk dalam daftar penumpang pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar itu berjumlah tiga orang. Berikut rincian nama-namanya:

1. Ferry Irawan, Penata Muda Tingkat I, Jabatan: Analis Kapal Pengawas

2. Deden Mulyana, Penata Muda Tingkat I, Jabatan: Pengelola Barang Milik Negara

3. Yoga Naufal, Jabatan: Operator Foto Udara 

Baca juga : Rapat Dengan Komisi V DPR, Menteri PU Bahas Regulasi dan Pengawasan Jalan Tol

"KKP tentu telah dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau perkembangan pencarian pesawat air surveillance tersebut. Terkait hal pencarian dan penyebab insiden, kami serahkan seluruhnya kepada Basarnas, KNKT dan Kementerian Perhubungan," tutur Trenggono.

7 Korban Kru Indonesia Air Transport 

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Indonesia Air Transport Tri Adi Wibowo mengkonfirmasi tujuh kru yang on board dalam penerbangan tersebut.

"Dari info yang beredar ada delapan, tapi kami konfirmasi tujuh orang," kata Tri Adi. Berikut rincian nama-nama yang dimaksud (enam orang, Red), namun satu orang lagi belum disebutkan namanya:

1. Captain Andi Dahananto

2. Muhammad Farhan Gunawan

3. Restu Adi

4. Dwi Murdiono

Baca juga : Total Korban Jiwa Banjir Bali Tembus 14, Korban Hilang Ada 2

5. Florencia Lolita

6. Esther Aprilia 

7. Seorang lagi belum disebutkan 

Saat ini, seluruh korban masih berstatus dalam pencarian.

"Kami tidak bisa mengeluarkan pernyataan lebih lanjut, karena statusnya itu search. Tapi benar, ada tiga pegawai KKP yang ada di manifest. Itu saja yang bisa kami sampaikan," ujar Stafsus Bidang Humas dan Komunikasi Publik Kementerian KKP, Doni Ismanto Darwin.

Info terakhir dari Basarnas, pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026), ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026) pagi.

 

Baca juga : MBG di Kota Bogor Sudah Penuhi Gizi, Juga Jadi Sarana Pendidikan Karakter

 

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.