Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hadapi Cuaca Ekstrem
Menko PMK Instruksikan Kesiapsiagaan Nasional
Sabtu, 24 Januari 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah daerah di Indonesia berstatus Siaga hingga Awas hujan lebat pada 23-25 Januari 2026 berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan, pentingnya peningkatan kesiapsiagaan nasional menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi basah.
Selain hujan lebat, kata Pratikno, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang di sejumlah wilayah. Di antaranya Aceh, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan beberapa provinsi lainnya.
“Dokumen peringatan dini BMKG ini harus menjadi rujukan langsung bagi kepala daerah dan seluruh perangkat daerah dalam mengaktifkan sistem kesiapsiagaan,” kata Pratikno di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
“Ini fase krusial untuk early action guna mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerugian yang lebih besar,” tegasnya.
Baca juga : Diperiksa KPK, Dito Ariotedjo Ditanya Kunker Ke Arab Saudi
Eks Mensesneg ini meminta Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/Kota yang berada pada level Siaga dan Awas segera melakukan langkah-langkah antisipasi.
Pertama, mengaktifkan posko siaga bencana dan sistem komando penanganan darurat. Kedua, menyiagakan penuh BPBD, TNI/Polri, dinas teknis, serta relawan.
Ketiga, melakukan pengecekan daerah aliran sungai, tanggul, lereng rawan longsor, dan sistem drainase perkotaan. Keempat, menyiapkan jalur evakuasi serta lokasi pengungsian yang aman dan siap digunakan.
Selain Pemerintah Daerah, Pratikno juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana meningkatkan kewaspadaan dengan berbagai cara. Yaitu, memantau informasi resmi BMKG melalui situs web dan aplikasi Info BMKG, mengurangi aktivitas di daerah rawan banjir dan longsor saat hujan lebat, menyiapkan tas siaga bencana, rencana evakuasi keluarga, serta mengikuti arahan petugas.
Baca juga : Indonesia Serukan Aksi Selamatkan Laut Dunia
“Kesiapsiagaan masyarakat adalah lapis pertama perlindungan. Informasi yang dipahami dan tindakan yang tepat waktu akan menyelamatkan banyak jiwa,” jelasnya.
Pratikno menegaskan, penguatan kesiapsiagaan ini bagian dari strategi nasional pengurangan risiko bencana berbasis risiko.
Dia memastikan, Pemerintah akan terus memantau perkembangan cuaca ekstrem selama periode 23-29 Januari 2026 dan memastikan dukungan penuh kepada daerah hingga ancaman cuaca ekstrem berlalu.
Kepala BMKG periode 2017-2025 Dwikorita Karnawati menilai, langkah Pemerintah dalam menangani dan mengendalikan cuaca ekstrem sudah berada di jalur yang tepat.
Baca juga : Rakernas PSI Di Sulsel Karpet Merah Untuk RMS?
Menurut Dwikorita, upaya yang dilakukan terutama melalui operasi modifikasi cuaca, dinilai cukup efektif menekan dampak hujan berintensitas tinggi yang terjadi secara beruntun di sejumlah wilayah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya