Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IHSG Tertekan, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat
Jumat, 30 Januari 2026 14:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah gejolak pasar saham yang sempat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) dalam beberapa sesi terakhir.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tekanan di pasar modal bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental perekonomian nasional yang masih solid.
“Fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh. Koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan pengawasan pasar modal berjalan dengan baik,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Gedung Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Baca juga : Sultan Selangor Tegaskan, Masjid Tak Boleh Terkontaminasi Politik
Menurut Airlangga, volatilitas IHSG dipengaruhi sentimen eksternal dan dinamika pasar global, termasuk keputusan lembaga pemeringkat Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara proses rebalancing indeks saham Indonesia. Namun demikian, indikator makroekonomi utama dinilai masih berada pada level yang sehat.
Ia menyebut kinerja ekonomi nasional tetap ditopang oleh konsumsi domestik yang kuat, stabilitas fiskal yang terjaga, serta sektor riil yang terus bergerak positif. Hal itu tercermin dari pergerakan IHSG yang mulai menunjukkan pemulihan dan kembali bergerak di zona hijau.
“IHSG sudah mengalami rebound dan ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Baca juga : Menkeu: Jangan Takut Kondisi Ekonomi Global, Fundamental Domestik Kuat
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menegaskan pemerintah terus mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga kredibilitas dan stabilitas pasar modal. Salah satunya melalui percepatan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) guna memperkuat tata kelola, transparansi, dan profesionalisme pengelolaan bursa.
Selain itu, pemerintah mendorong peningkatan porsi saham beredar (free float) serta penguatan peran investor institusi domestik, seperti dana pensiun dan perusahaan asuransi, guna memperdalam likuiditas pasar modal.
Chief Executive Officer BPI Danantara Rosan Roeslani menambahkan, stabilitas pasar modal tidak dapat dipisahkan dari kekuatan fundamental ekonomi nasional. Menurutnya, peran perusahaan BUMN yang berkontribusi signifikan terhadap kapitalisasi pasar juga menjadi faktor penopang utama.
Baca juga : Tekan Pengangguran, Jaelani Usulkan Insentif Khusus bagi Petani Muda
“Hampir 30 persen kapitalisasi pasar berasal dari BUMN. Ini menunjukkan fondasi pasar modal kita cukup kuat dan memiliki peran strategis dalam perekonomian,” kata Rosan.
Pemerintah optimistis dengan penguatan tata kelola, kebijakan yang terkoordinasi, serta fundamental ekonomi yang solid, pasar modal Indonesia akan semakin resilien menghadapi dinamika global dan tetap menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor domestik maupun asing.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya