Dark/Light Mode

Pemulihan Pascabencana Di Sumatera

Infrastruktur Dan Layanan Publik Berangsur Normal

Sabtu, 31 Januari 2026 06:55 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. Foto: Kemendagri
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. Foto: Kemendagri

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mencatat tren positif dalam proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera. Infrastruktur dasar, layanan publik, hingga aktivitas pendidikan secara bertahap kembali normal.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan, pemulihan infrastruktur dasar di wilayah Sumatera menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Secara umum, kegiatan belajar mengajar sudah berjalan 100 persen. Hanya sekitar 3 persen yang masih menggunakan kelas darurat,” ujar Bima dalam keterangan resminya, Jumat (30/1/2026).

Baca juga : Usut Kasus Pemerasan RPTKA, KPK Panggil Eks Menaker

Menurutnya, pemulihan listrik di Sumatera Barat telah tersambung sepenuhnya. Sementara, di Sumatera Utara dan Aceh, masing-masing tinggal sekitar 1 persen wilayah yang belum terkoneksi listrik.

“Listrik di Sumatera Barat sudah 100 persen, di Sumut tersisa sekitar 1 persen dan di Aceh juga sekitar 1 persen yang masih belum tersambung,” katanya.

Selain pemulihan infrastruktur, Pemerintah juga menargetkan percepatan pemindahan pengungsi ke hunian sementara (huntara) dalam waktu satu bulan ke depan. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi warga terdampak yang tinggal di tenda darurat.

Baca juga : Lantik DPD Dan DPC Secara Serentak, Hanura Sulteng Siap Hadapi Kontestasi

Dari sisi pelayanan publik, Bima memastikan, kantor-kantor Pemerintah di wilayah terdampak di Sumatera pada umumnya telah kembali beroperasi.

“Pelayanan publik sudah berjalan 100 persen. Hanya di Aceh Tamiang yang masih memerlukan proses lanjutan, meski pembersihan di pusat pemerintahan sudah tuntas,” jelasnya.

Berbeda dengan kondisi di Sumatera, Bima mengungkapkan bahwa penanganan bencana di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih menghadapi tantangan cukup besar.

Baca juga : Hari Ini, Jokowi Kasih Arahan Di Rakernas PSI

Kendala utama berasal dari medan yang berat, serta kondisi cuaca yang belum sepenuhnya mendukung proses evakuasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.