Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
200 Marinir dan Drone Dikerahkan Cari Korban Longsor Cisarua
Selasa, 27 Januari 2026 14:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - TNI Angkatan Laut mengerahkan 200 personel Marinir, anjing pelacak, serta teknologi drone untuk mencari anggota Marinir yang menjadi korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan, pencarian dilakukan secara intensif dengan dukungan berbagai peralatan untuk mempercepat proses evakuasi korban.
“Kami menerjunkan sebanyak 200 personel Marinir, dengan menggunakan teknologi drone, termal, dan anjing pelacak,” kata Tunggul, Selasa (27/1/2026).
Baca juga : 23 Marinir Jadi Korban Longsor Cisarua, 4 Meninggal, 19 Hilang
Tunggul mewakili jajaran TNI AL juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya empat prajurit Marinir yang telah ditemukan sebelumnya.
Ia memastikan TNI AL akan terus melakukan pencarian terhadap prajurit lainnya yang masih belum ditemukan.
“Kami memastikan bahwa seluruh hak almarhum dan keluarga akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta santunan maupun pendampingan akan terus diberikan,” jelas Tunggul.
Baca juga : Latihan di Cisarua, 23 Marinir Jadi Korban Longsor, 4 Ditemukan Meninggal
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa terdapat 23 personel Marinir yang menjadi korban bencana tanah longsor di Cisarua.
“Terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun, longsor. Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan yang lainnya belum ditemukan,” kata Ali saat ditemui awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/1).
Ali menjelaskan para prajurit Marinir tersebut berada di lokasi untuk melaksanakan latihan persiapan penugasan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.
Baca juga : Pemerintah Terjunkan Lima Klaster Terpadu Tangani Longsor Bandung Barat
Saat kegiatan berlangsung, kawasan tersebut diguyur hujan selama dua hari berturut-turut.
“Mungkin itu yang mengakibatkan terjadinya longsor dan itu menimpa penduduk satu desa dan kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana,” katanya.
Ali menegaskan pencarian terhadap prajurit Marinir yang menjadi korban longsor terus dilakukan. TNI AL juga telah mengerahkan alat berat dan drone untuk mempercepat proses evakuasi di lokasi kejadian.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya