Dark/Light Mode

Cek Persiapan MBG Bulan Ramadan

Zulhas: Makanan Dibagi Untuk Dibawa Pulang

Sabtu, 7 Februari 2026 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedua kiri) meninjau kesiapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Somba Opu Tombolo 02 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026). Foto: Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedua kiri) meninjau kesiapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Somba Opu Tombolo 02 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026). Foto: Kementerian Koordinator Bidang Pangan

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan. Pemerintah akan menyalurkan paket makanan kering yang dibagikan siang hari untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026).

Zulhas—panggilan Zulkifli Hasan—mengatakan, penyaluran MBG selama Ramadan akan mengikuti jenis dan kondisi para penerima manfaat di lapangan agar tidak mubazir. Strategi ini diambil agar bantuan makanan tetap higienis saat dikonsumsi oleh para siswa maupun kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil.

“Penyaluran bisa dilakukan siang hari dengan menu makanan kering,” ujarnya dikutip dalam keterangan pers.

Baca juga : 3 Pejabat Bea Cukai Diduga Terima Jatah Bulanan 7 M

Zulhas mengatakan, penyaluran dilakukan siang hari dengan menu makanan kering untuk siswa muslim yang menjalankan ibadah puasa di sekolah umum. Menu kering itu dibawa pulang agar bisa disantap sebagai takjil saat waktu berbuka tiba.

Langkah ini diambil agar siswa tetap mendapatkan hak gizinya meski dalam kondisi berpuasa di jam sekolah.

Kebijakan ini diambil karena tidak semua siswa di sekolah umum menjalankan ibadah puasa secara bersamaan, tergantung latar belakang agamanya. Bagi siswa non-muslim, ibu hamil, serta balita, penyaluran dan menu MBG dipastikan tetap berjalan normal seperti hari biasanya, tanpa perubahan.

Zulhas menegaskan, untuk para santri di pesantren, waktu pengiriman makanan akan digeser menjadi sore hari agar bisa langsung dinikmati saat berbuka. Penyesuaian jadwal ini bertujuan mendukung pola kegiatan ibadah para santri selama bulan suci di lingkungan pondok pesantren.

Baca juga : Polri Kawal Hak Buruh Di Seluruh Indonesia

Di lokasi yang sama, Kepala SPPG Somba Opu Tombolo 02 Faisal menyatakan, pihaknya siap menyesuaikan menu dari menu basah menjadi menu kering untuk persiapan.

Tim yang terdiri dari 50 tenaga profesional, termasuk ahli gizi ini, sedang memproses pengadaan bahan makanan berkualitas untuk edisi Ramadan.

“Kami mulai menyiapkan menu kering seperti roti dan susu,” katanya.

Faisal menegaskan, menu kering tersebut tetap disiapkan dengan sangat teliti. Keberadaan ahli gizi di satuannya menjamin bahwa setiap paket makanan yang keluar dari dapur memiliki standar kesehatan yang mumpuni.

Baca juga : Sekjen PKN Di Podcast Ngegas, Jangan Lagi Ada Suara Rakyat Terbuang Di Pemilu

“Menu kering tersebut tetap disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi,” tegasnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan pemenuhan gizi tetap optimal tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa. Penyesuaian distribusi dilakukan dengan melihat karakteristik daerah masing-masing agar pelayanan gizi kepada penerima manfaat tetap berjalan. Kelompok balita tidak akan mengalami perubahan skema.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.