Dark/Light Mode

Tingkatkan Rantai Pasok Global

RI-China Sepakati Skema Two Countries Twin Parks

Sabtu, 7 Februari 2026 06:40 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon (kiri) memberikan cenderamata kepada Wakil Direktur Jenderal Departemen Perdagangan Provinsi Fujian Hang Dong, saat acara Joint Working Committee Two Countries, Twin Parks (TCTP) ke-3 yang berlangsung di Gedung Ali Wardhana, Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Foto: Kemenko Perekomomian)
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon (kiri) memberikan cenderamata kepada Wakil Direktur Jenderal Departemen Perdagangan Provinsi Fujian Hang Dong, saat acara Joint Working Committee Two Countries, Twin Parks (TCTP) ke-3 yang berlangsung di Gedung Ali Wardhana, Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Foto: Kemenko Perekomomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan China sepakat mengakselerasi realisasi investasi dan perdagangan melalui penguatan skema kerja sama Two Countries, Twin Parks (TCTP).

Langkah ini diambil untuk memperkuat rantai pasok global dan mendorong alih teknologi antar-kawasan industri kedua negara. 

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Joint Working Committee TCTP ke-3 yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026). 

Baca juga : Ketua DPD Gerindra: Perjuangan Partai Bukan Sekadar Elektoral

Melalui skema ini, kedua negara berkomitmen mengembangkan kawasan industri terintegrasi yang saling melengkapi. 

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, kerja sama TCTP merupakan langkah pragmatis dalam mengimplementasikan konsensus pemimpin kedua negara. 

Fokus utama saat ini adalah memastikan komitmen di atas kertas bertransformasi menjadi dampak ekonomi nyata. 

Baca juga : HUT Kaisar Naruhito Ajang Pamer Kedekatan Jepang-RI

“Terpenting, fokus pada implementasi dan pelaksanaan nyata dari perjanjian investasi yang telah disepakati agar memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas manufaktur dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya, Jumat (6/2/2026). 

Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah percepatan pembentukan usaha patungan (joint venture) antara Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dengan raksasa konstruksi China State Construction Engineering (CSCEC). 

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon menjelaskan, skema usaha patungan ini dirancang sebagai fondasi bisnis yang kokoh. 

Baca juga : Atasi Banjir, Cepat Keruk Dan Normalisasi Sungai

“Skema Joint Venture ini bukan sekadar investasi modal. Tetapi diarahkan untuk memastikan terjadinya alih teknologi, penguatan tata kelola kawasan berstandar internasional, serta peningkatan nilai tambah ekonomi bagi Indonesia,” ungkap Ali. 

Selain penguatan kawasan yang sudah ada, Pemerintah Indonesia mengusulkan perluasan cakupan TCTP dengan memasukkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.