Dark/Light Mode

Jadi Penggerak Ekonomi, Kopdes Merah Putih Ditargetkan Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja

Sabtu, 14 Februari 2026 12:24 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: Tim Media Presiden)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: Tim Media Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus merealisasikan penguatan ekonomi rakyat melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang ditargetkan mampu membuka sekitar 1,6 juta lapangan kerja hingga 2029.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 80.000 Kopdes Merah Putih dalam lima tahun ke depan sebagai motor penggerak ekonomi desa dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan setiap koperasi desa diperkirakan dapat menyerap sedikitnya 20 tenaga kerja langsung.

Baca juga : Dukung Ekonomi Rendah Karbon Di RI, Findev Canada Guyur 30 Juta Dolar AS Ke IIF

“Rata-rata satu koperasi desa Merah Putih akan menyerap tenaga kerja langsung sekitar 20 orang. Jadi kalau 80.000 koperasi terbangun, dia akan menyerap tenaga kerja langsung kira-kira 1,6 juta,” ujar Zulkifli dalam forum Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (14/2/2026).

Menurut dia, jumlah tersebut belum termasuk tenaga kerja tidak langsung dari berbagai mitra usaha dalam ekosistem koperasi, seperti peternak, penggemukan ayam, pembudidaya bioflok, petani sayur dan buah, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain menciptakan lapangan kerja, Kopdes Merah Putih diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Zulkifli mencontohkan implementasi koperasi di wilayah Bantul yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi desa hingga 11–12 persen.

Baca juga : Prabowo Ajak APINDO Perkuat Industri Dan Serap Tenaga Kerja

Ia menegaskan koperasi desa akan berperan penting dalam memotong rantai pasok yang selama ini dinilai panjang dan tidak efisien. Kondisi tersebut kerap membuat petani menerima harga rendah, sementara konsumen membayar harga lebih tinggi.

“Selama ini rantai pasok dari produsen ke distributor, agen, sampai pengecer terlalu panjang. Akibatnya, petani pendapatannya kecil, tapi harga di konsumen tinggi,” katanya.

Melalui Kopdes Merah Putih, distribusi hasil produksi akan dipangkas dengan skema penampungan langsung oleh koperasi desa, kemudian disalurkan ke konsumen atau pasar yang lebih luas. Skema ini diharapkan menciptakan harga yang lebih adil bagi produsen sekaligus lebih terjangkau bagi masyarakat.

Baca juga : Tinjau Bencana Tanah Bergerak Di Tegal, Wapres Gibran Pastikan Keselamatan Warga

Pemerintah juga menargetkan setiap desa memiliki pusat-pusat ekonomi baru berbasis koperasi. “Indonesia tidak mungkin terang hanya satu obor di Monas. Indonesia akan terang kalau setiap lilin di desa menyala terang. Itulah Kopdes, gerakan ekonomi rakyat yang diharapkan tumbuh di setiap desa,” ujar Zulkifli.

Pemerintah optimistis program tersebut menjadi peluang besar bagi masyarakat desa, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan kesejahteraan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.