Dark/Light Mode

Investasi Manufaktur Ngegas

Kemenperin: 1.236 Industri Baru Siap Produksi Di 2026, Serap 218 Ribu Tenaga Kerja

Rabu, 4 Februari 2026 20:45 WIB
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief . (Foto: Ist)
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief . (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan investasi di sektor industri manufaktur nasional tetap tumbuh dan berkelanjutan, sebagaimana tercermin dari realisasi kapasitas produksi baru serta berbagai indikator investasi riil lainnya.

Menanggapi pernyataan sejumlah pihak yang meragukan keberlanjutan investasi manufaktur, Kemenperin menilai pandangan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan data faktual yang ada.

Berdasarkan data Kemenperin per 15 Januari 2026, tercatat sebanyak 1.236 perusahaan industri telah menyelesaikan tahap pembangunan sepanjang 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kalinya pada 2026.

Kehadiran kapasitas produksi baru tersebut dinilai menjadi bukti konkret bahwa investasi manufaktur tidak hanya tumbuh, tetapi juga direalisasikan secara nyata di sektor riil.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief mengatakan investasi industri yang mulai beroperasi pada 2026 tersebut diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja baru sekitar 218 ribu orang.

Baca juga : Kejar Target 5,51 Persen, 1.236 Industri Siap Produksi Perdana Di 2026

“Industri baru ini berasal dari relokasi dari luar negeri, ekspansi usaha, maupun investasi baru, yang diharapkan mampu menciptakan Produk Domestik Bruto (PDB) dan menambah PDB industri pengolahan nonmigas yang telah ada,” kata Febri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/2).

Ia menegaskan masuknya investasi ke sektor industri tidak dapat dinilai hanya dari satu indikator sentimen semata.

“Fakta bahwa lebih dari seribu perusahaan industri siap beroperasi pada 2026 menunjukkan bahwa investasi manufaktur berjalan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Febri, anggapan bahwa investasi manufaktur tidak tumbuh justru bertentangan dengan data resmi pemerintah.

Ia mengacu pada data rilis ekspor-impor terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan impor barang modal pada 2025 tumbuh di atas 34,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga : Daya Saing Industri Dijaga Untuk Serap Tenaga Kerja

Impor barang modal tersebut terutama berasal dari mesin dan peralatan mekanis yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas investasi baru serta perluasan kapasitas produksi industri.

“Peningkatan signifikan impor barang modal, khususnya mesin dan peralatan mekanis, menjadi indikator kuat bahwa investasi manufaktur justru tumbuh pesat sepanjang 2025,” tegas Febri.

Ia menambahkan kondisi tersebut menunjukkan industri nasional tengah melakukan ekspansi dan modernisasi kapasitas produksi.

Selain itu, realisasi produksi baru pada 2026 diperkirakan akan didukung oleh investasi besar di sektor industri pengolahan nonmigas yang berpotensi menyerap ratusan ribu tenaga kerja.

Kemenperin menilai hal tersebut sekaligus akan memperkuat struktur industri nasional dan menjaga momentum pertumbuhan industri manufaktur tetap berada di atas lima persen.

Baca juga : Buka Homelife Indonesia, Wamen Fahri Ajak Industri Cari Solusi Hunian Terjangkau

Menurut Kemenperin, indikator berbasis aktivitas riil seperti jumlah perusahaan yang mulai berproduksi, realisasi investasi, serta impor barang modal memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi investasi manufaktur.

Indikator tersebut dinilai lebih mencerminkan kondisi aktual dibandingkan indikator berbasis survei semata.

Ke depan, Kemenperin akan terus mendorong penguatan iklim investasi industri melalui kebijakan hilirisasi, pengembangan kawasan industri, serta percepatan transformasi industri 4.0.

Selain itu, penguatan pasar domestik dan ekspor juga menjadi fokus untuk memastikan investasi manufaktur tidak hanya tumbuh, tetapi berkelanjutan dan berdampak nyata bagi perekonomian nasional.

“Dengan berbagai kebijakan tersebut, kami optimistis investasi industri manufaktur akan terus tumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Febri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.