Dark/Light Mode

Konflik Timur Tengah Memanas

Menteri Mukhtarudin Siapkan Skenario Evakuasi Bagi PMI

Rabu, 4 Maret 2026 06:55 WIB
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin.

 Sebelumnya 
Sebagai langkah antisipatif, Mukhtarudin mengimbau pekerja migran Indonesia di Timur Tengah tetap tenang, mengikuti arahan resmi perwakilan RI, dan segera melaporkan kondisi darurat melalui kanal resmi Pemerintah.

Pemerintah memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pendampingan dan advokasi demi menjamin pelindungan hak-hak pekerja migran Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.

Baca juga : Terkait Proyek Pengadaan, KPK OTT Bupati Pekalongan

“Pekerja migran Indonesia diimbau menjauhi lokasi konflik dan area berbahaya serta berpindah ke tempat yang lebih aman jika diperlukan,” katanya.

Terpisah, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng, Bali, mencatat sedikitnya 904 pekerja migran asal Buleleng bekerja secara resmi di sejumlah negara Timur Tengah.

Baca juga : Serahkan SK Pengurus DPD, PAN Jambi Minta Kader Bermanfaat Bagi Rakyat

Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng Putu Arimbawa mengatakan, penanganan pekerja migran di kawasan Timur Tengah menjadi kewenangan KP2MI.

Hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan dari keluarga pekerja migran terkait kehilangan kontak atau kondisi darurat di tengah eskalasi konflik.

Baca juga : Prabowo Simak Desakan MUI Soal Posisi RI Di BoP

“Untuk laporan dari keluarga, sejauh ini belum ada. Pos pengaduan juga belum kami buka. Kami menunggu instruksi dari BP3MI Bali. Jika memang harus membuka posko atau sejenisnya, kami siap melaksanakan,” ujar Arimbawa. SSL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 4 Maret 2026 dengan judul "Konflik Timur Tengah Memanas Menteri Mukhtarudin Siapkan Skenario Evakuasi Bagi PMI"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.