Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Di Depan Ulama, Prabowo Sebut RI Bisa Keluar Dari BoP Jika Tak Bantu Palestina
Jumat, 6 Maret 2026 11:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia dapat mempertimbangkan keluar dari Board of Peace (BoP) apabila keikutsertaan dalam forum tersebut tidak lagi memberikan manfaat bagi perjuangan rakyat Palestina maupun kepentingan nasional Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam pertemuan silaturahmi Presiden dengan para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis malam.
Sekretaris Majelis Syuro DPP Front Persaudaraan Islam, Habib Hanif Alatas, mengatakan Presiden menjelaskan posisi Indonesia yang saat ini masih berada dalam forum BoP sebagai bagian dari upaya memperjuangkan perdamaian jangka panjang di Palestina.
Baca juga : Agenda Diplomasi Prabowo, Lanjut ke Abu Dhabi untuk Bertemu MBZ
Menurut Hanif, Presiden menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berada di forum tersebut selama masih memberikan peluang untuk memperjuangkan kepentingan Palestina.
“Presiden tadi menyampaikan kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, tidak ada peluang buat memperjuangkan kemaslahatan Palestina dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri,” ujar Hanif usai pertemuan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan Presiden juga menyinggung adanya desakan dari sejumlah pihak agar Indonesia keluar dari forum BoP terkait dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Baca juga : Prabowo dan Raja Yordania Berkomitmen Hadirkan Solusi Perdamaian Palestina
Namun demikian, menurut Nusron, Presiden menilai BoP masih menjadi opsi paling realistis saat ini untuk mendorong proses perundingan perdamaian dan stabilitas jangka panjang di Gaza.
“Pak Presiden juga mempertanyakan, kalau seandainya ada yang mendesak kita keluar dari BoP, lalu tawarannya kita berunding dalam rangka menciptakan perdamaian itu di forum apa,” kata Nusron.
Ia menambahkan, saat ini BoP dinilai sebagai salah satu forum yang dapat digunakan untuk mendorong dialog perdamaian bagi Palestina dan Gaza.
Baca juga : Momen Haru Prabowo Disambut Diaspora Indonesia di Amman
Karena itu, Nusron mengajak masyarakat memberi waktu bagi pemerintah untuk menjalankan upaya diplomasi tersebut agar dapat menunjukkan hasil terlebih dahulu.
“Posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya