Dark/Light Mode

Gandeng Kemenkeu, BGN Luncurkan E-Learning Pantau Kelola Duit MBG

Kamis, 12 Maret 2026 17:33 WIB
Peluncuran program e-learning penyusunan laporan keuangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG di Jakarta, Kamis (12/3/2026). Foto: BGN
Peluncuran program e-learning penyusunan laporan keuangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG di Jakarta, Kamis (12/3/2026). Foto: BGN

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperketat pengawasan dan tata kelola anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan meluncurkan program e-learning penyusunan laporan keuangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG.

Sistem ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola serta akuntabilitas pengelolaan keuangan dalam pelaksanaan program MBG. Penguatan sistem pelaporan dinilai penting seiring semakin luasnya cakupan penerima manfaat program pemenuhan gizi nasional.

Saat ini, program MBG menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat yang dilayani oleh sekitar 23 ribu SPPG yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut juga diikuti peningkatan alokasi anggaran negara.

Pada 2025, anggaran awal yang dikelola mencapai Rp71 triliun, kemudian meningkat melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) menjadi Rp85 triliun.

Baca juga : BSI & Pegadaian Kelola Emas Capai 153,05 Ton

Kepala BGN, Dadan Hindayana menegaskan, besarnya anggaran tersebut merupakan amanat yang harus dikelola secara bertanggung jawab.

"Dana ini adalah uang rakyat. Di setiap rupiahnya tertitip harapan agar anak-anak bangsa tumbuh sehat, cerdas dan unggul. Oleh karena itu, prinsip good governance bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban mutlak," ujar Dadan dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).

Dalam pelaksanaannya, pengelolaan keuangan program mengacu pada Keputusan Kepala BGN Nomor 63 Tahun 2025 yang mewajibkan setiap SPPG menyusun laporan pertanggungjawaban secara kredibel, mulai dari laporan harian, mingguan hingga bulanan.

Namun Pemerintah menyadari penyusunan laporan keuangan di lapangan memiliki berbagai tantangan, terutama dengan jumlah SPPG yang tersebar di berbagai daerah.

Baca juga : Generali Luncurkan GEN Syariah Perlindungan Aman Dengan Fitur Wakaf

Karena itu, BGN berkolaborasi dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan untuk menghadirkan solusi melalui platform pembelajaran digital.

Melalui platform Kemenkeu Learning Center (KLC), para pengelola SPPG kini dapat mengakses program e-learning penyusunan laporan keuangan secara fleksibel kapan saja dan di mana saja.

Selain peluncuran e-learning, Pemerintah juga memperkenalkan Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG Versi 04 yang telah disempurnakan untuk mendukung proses pelaporan yang lebih efektif dan akuntabel.

Aplikasi tersebut dirancang untuk memastikan penyusunan laporan keuangan menjadi lebih cepat, data keuangan lebih akurat dan transparan, serta meningkatkan kesiapan SPPG dalam menghadapi pemeriksaan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca juga : Gandeng ARKI, PINTU Edukasikan Pengelolaan Aset Digital Kepada Pengusaha Kost

Peluncuran sistem pembelajaran dan aplikasi ini sejalan dengan tema kegiatan, yakni 'Gizi Terpenuhi, Akuntabilitas Teruji: Strategi Penguatan Tata Kelola Keuangan SPPG'. Melalui momentum tersebut, Pemerintah mendorong seluruh personel SPPG untuk meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan.

"Manfaatkan fasilitas ini dengan sungguh-sungguh. Tingkatkan kompetensi Anda. Jangan jadikan laporan keuangan sebagai beban, tetapi sebagai tameng pelindung dalam bekerja. Dengan laporan yang benar, integritas terjaga dan keberlanjutan gizi anak-anak Indonesia dapat terjamin," pesan Kepala BGN.

Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada BPPK serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan atas kolaborasi dalam memperkuat sistem tata kelola keuangan program pemenuhan gizi nasional.

Dengan sistem pelaporan yang lebih modern, transparan, dan mudah diakses, Pemerintah berharap pengelolaan anggaran program pemenuhan gizi dapat semakin akuntabel serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi dan masa depan generasi Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :