Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Yusril-Pigai Minta Polisi Usut Kasus Penyiraman Air Keras Ke Aktivis KontraS
Sabtu, 14 Maret 2026 14:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui sejumlah menteri mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai serangan terhadap aktivis HAM tersebut bukan sekadar tindak kekerasan terhadap individu, melainkan juga menjadi ancaman serius terhadap praktik demokrasi di Indonesia.
“Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri. Aktivis HAM bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara karena penegakan HAM dan demokrasi merupakan amanat konstitusi,” kata Yusril dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Menurut Yusril, dalam sistem demokrasi setiap pihak seharusnya menjunjung tinggi sikap saling menghargai perbedaan pandangan. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi.
Baca juga : Pemerintah Kecam Kekerasan Terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Ia menegaskan kekerasan tidak boleh dijadikan jalan keluar ketika terjadi perbedaan pandangan, terlebih jika tindakan tersebut menyasar individu yang selama ini memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
Yusril juga meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengusut peristiwa tersebut secara tuntas, termasuk mengungkap motif serta kemungkinan pihak yang berada di balik kejadian tersebut.
Sementara itu, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai juga mengecam keras aksi kekerasan terhadap Andrie Yunus dan menegaskan tindakan premanisme tidak boleh dibiarkan di Indonesia.
“Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini. Negara ini adalah negara damai dan tidak boleh melakukan kekerasan, apalagi menyiram air keras kepada rakyat,” kata Pigai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Baca juga : Aprilia Makin Bersinar, Vinales Kadung Pindah Ke KTM
Pigai menambahkan perbedaan pendapat dalam kehidupan berbangsa seharusnya diselesaikan melalui cara-cara yang baik dan demokratis.
“Kalau ada perbedaan pendapat diselesaikan dengan baik. Demokrasi kita tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Angga Raka Prabowo menyampaikan keprihatinan pemerintah atas insiden yang menimpa Andrie Yunus.
“Pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang menimpa Saudara Andrie Yunus. Kami mengecam keras setiap tindakan kekerasan terhadap siapa pun,” ujar Angga.
Baca juga : KOI Dukung Menpora Usut Kasus Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing
Ia berharap korban dapat memperoleh penanganan medis terbaik agar segera pulih dari dampak kejadian tersebut. Angga juga menegaskan setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat secara damai dalam sistem demokrasi.
Menurut dia, perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum, bukan dengan tindakan kekerasan.
Pemerintah, lanjut Angga, menaruh perhatian serius terhadap proses penanganan kasus tersebut dan berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, transparan, dan menyeluruh.
“Setiap tindakan kekerasan harus diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku sehingga pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya