Dark/Light Mode

BGN: Satu SPPG Kelola Rp 1 Miliar Per Bulan, Ekonomi Lokal Bergerak

Kamis, 19 Maret 2026 16:57 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana. (Dok. BGN)
Kepala BGN Dadan Hindayana. (Dok. BGN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengungkapkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata menerima anggaran sekitar Rp 1 miliar per bulan. Dana tersebut digunakan untuk mendorong perputaran ekonomi daerah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kalau di Jawa Barat sudah ada 5.000 SPPG, itu artinya uang di Jawa Barat beredar Rp 5 triliun per bulan,” kata Dadan, dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).

Dadan menambahkan, dalam kurun waktu sekitar 2,5 bulan pelaksanaan program, perputaran dana di Jawa Barat telah mencapai sekitar Rp 11 hingga Rp 12 triliun. Ini menjadi indikator kuat bahwa program MBG mampu menggerakkan roda ekonomi di tingkat lokal.

Baca juga : Habib Aboe Ajak Warga Barabai Hidupkan Ekonomi Lokal

Dadan menjelaskan, sebagian besar anggaran BGN disalurkan langsung ke daerah melalui mekanisme virtual account yang terhubung dengan 25.574 SPPG di seluruh Indonesia.

“Masuk ke virtual account seluruh SPPG di Indonesia yang jumlahnya sudah 25.574. Jadi dengan program ini terjadi pemerataan pengiriman uang di setiap daerah,” ungkapnya.

Ia menegaskan program MBG dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal. Kebutuhan pangan diharapkan dipenuhi dari produksi daerah sekitar. Sehingga membuka peluang pasar bagi petani, pelaku usaha, hingga industri pangan lokal.

Baca juga : Elnusa Realisasikan Capex Rp 566 Miliar, Perkuat Aset dan Ekspansi Energi

Selain mendorong konsumsi produk lokal, keberadaan SPPG juga menciptakan lapangan kerja baru. Mulai dari tenaga operasional hingga tenaga ahli gizi yang direkrut dari masyarakat setempat.

“Saya harapkan terjadi satu pergerakan ekonomi sirkular di satu daerah yang sekarang alhamdulillah sudah mulai disadari oleh semua pihak betapa pentingnya meningkatkan produktivitas lokal sehingga ekonomi di daerah akan berkembang,” tutur Dadan.

Menurutnya, saat ini semakin banyak kepala daerah yang mendorong agar dana yang masuk ke wilayahnya dibelanjakan untuk bahan baku lokal guna memperkuat ekonomi setempat. Untuk memastikan program berjalan optimal, BGN juga menempatkan tenaga ahli gizi di setiap SPPG agar pemenuhan gizi masyarakat tetap sesuai dengan kebutuhan, potensi, dan preferensi lokal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.