Dark/Light Mode

Siaga Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Operasi Pasar Untuk Hadapi Virus Corona

Kamis, 19 Maret 2020 07:15 WIB
Perum Bulog dan Sugar Group menggelar operasi pasar untuk menormalkan harga gula pasir di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (18/3). (Foto: Istimewa)
Perum Bulog dan Sugar Group menggelar operasi pasar untuk menormalkan harga gula pasir di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (18/3). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus bersiaga. Bersiap menghadapi dampak akibat wabah Virus Corona, sekaligus menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, perlu dicek ketersediaan kebutuhan pokok.

Kemarin, Presiden datang ke Gudang Bulog, di Kelapa Gading. Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengecek ke food stasiun di Cipinang, Jakarta Timur. Dan Bulog turun ke Kramat Jati mengecek ketersediaan gula bersama perusahaan gula, Sugar Group Companies.

Presiden mendadak ke Gudang Bulog, sekitar pukul 09.00 WIB, di luar jadwal resmi. Berada di sana sekitar 30 menit. Dikutip dari website Sekretariat Negara, Jokowi datang sendirian, hanya dengan pengawalan Paspampres. Di Gudang Bulog, presiden disambut Dirut Perum Bulog Budi Waseso.

Presiden berkeliling, meninjau kualitas dari stok beras. Dan memerintahkan Budi Waseo melakukan operasi pasar. “Langsung keluarkan ini (beras) ya operasi pasar” perintah Presiden.

Di Kramat Jati, Perum Bulog dan Sugar Group Companies, menggelar operasi pasar kebutuhan pokok. Bulog berharap, harga-harga bisa segera normal atau setidaknya turun pasca operasi pasar.

Baca juga : 360Kredi Siap Bantu Kebutuhan Dana Masyarakat

Direktur Sugar Group Companies Irwan Ang yang ikut turun ke lokasi, mengatakan, tiap hari pihaknya menyiapkan 10 ton untuk keperluan operasi pasar yang akan berlangsung sepekan. “Bila perlu, kami siapkan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Selain di Pasar Inpres Kramatjati, operasi pasar Bulog bersama Gulaku juga dilakukan di Pasar Tomang (Jakarta Barat), Pasar Koja (Jakarta Utara), Pasar Cempaka Putih (Jakarta Pusat), dan Pasar Mampang (Jakarta Selatan). Selain Jakarta, juga dilakukan di Lampung dan daerah lainnya.

“Kami akan mengikuti program Bulog, mau dimana operasi pasarnya, kita siapkan,” ujarnya.

Harga gula di pasaran saat ini mencapai 18 ribu perkilogram. Untuk mencegah spekulan, diberlakukan pembatasan pembelian, maksimal 2 kilogram per orang.

“Kami pastikan gula ini langsung dibeli ke tangan konsumen akhir, bukan spekulator. Jadi tidak ada yang datang beli satu box untuk di dagangkan lagi,” kata Irwan. Di operasi pasar tersebut gula produksi Sugar Group yang bermerek Gulaku dijual dengan harga Rp 12.500 perkilogram.

Baca juga : Siaga Covid-19, Ini Cara Pertamina Cegah Sebaran Virus di SPBU

Menurut Irwan, stok ketersediaan gula masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, menjelang puasa sampai Hari Raya Idul Fitri. Selain gula, dalam join operasi pasar tersebut, Bulog menurunkan stok beras dan minyak goreng dari gudangnya.

Direktur Operasional dan pelayanan publik Bulog, Tri Wahyudi Saleh mengatakan, yang dibatasi adalah pembelian gula pasir. Maksimal 2 kilogram per pembelian. Sedangkan komoditas lain, seperti beras, minyak dan terigu tidak dibatasi.

Menurut Tri, untuk mengendalikan stok gula di pasar, pemerintah juga menyediakan 10 ton gula pasir yang dipatok 12.500 perkilogram. karena harga gula pasir konsumsi dinilai masih sangat tinggi di pasar.

“Kami gelontorkan 10 ton agar ketersediaan gula di pasar tidak langka dan harga beli dapat dijangkau masyarakat,” ungkapnya.

Dari data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga Rabu (18/3) mencapai Rp 16.750 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga acuan tingkat konsumen sebesar Rp 12.500 per kg.

Baca juga : MPR Ajak Masyarakat Gotong Royong Hadapi Wabah Virus Corona

Di Cipinang, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo turun mengecek ketersediaan dan harga beras, jagung, daging, telur, cabe, gula, bawang dan minyak goreng. Dikutip dari account twitter resmi Kementerian Pertanian, Menteri memastikan stok aman, baik selama menghadapi penanganan Virus Corona, maupun Ramadhan dan Hari Raya idul Fitri.

Menurutnya, stok beras nasional saat ini sebanyak 3 juta ton. pada Maret dan April akan ada panen raya sehingga diproyeksi penambahan 8 juta ton. [NAN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.