Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump: Kalau Saya Tak Suka, Pemboman Berlanjut
- Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih Dalam 3 Tahun
- Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Tuntaskan Agenda Dalam Negeri
- PLN Indonesia Power Dukung Kids English Fun 2026, Cetak Generasi Unggul
- Austria Tekuk Yordania, Tempel Argentina di Klasemen Grup J
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mengoptimalkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran negara. Salah satu langkah yang diambil adalah mengurangi frekuensi distribusi dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kebijakan ini bertujuan menjaga efektivitas program sekaligus menghemat anggaran.
“Pemerintah mendorong optimalisasi program Makan Bergizi Gratis dengan penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
Meski demikian, pemerintah tetap memberikan perhatian khusus bagi sejumlah wilayah dan kelompok prioritas.
Baca juga : Pemerintah Refocusing Anggaran, Target Hemat Rp 130 T
Distribusi MBG tetap dilakukan selama enam hari dalam sepekan untuk: Sekolah berasrama, Wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dan Daerah dengan tingkat stunting tinggi
Kebijakan ini memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan asupan gizi secara optimal.
Optimalisasi program MBG merupakan bagian dari kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi yang mulai diterapkan pada 1 April 2026.
Melalui penyesuaian ini, pemerintah memperkirakan potensi penghematan anggaran negara mencapai Rp 20 triliun.
Baca juga : Program Mudik ke Jakarta Dongkrak Transaksi Hingga Rp 21 Triliun
“Potensi penghematan dari kebijakan ini mencapai Rp 20 triliun,” jelas Airlangga.
Hingga awal Maret 2026, jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai lebih dari 60 juta orang.
Penerima tersebut meliputi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta lanjut usia (lansia).
Pemerintah menegaskan bahwa optimalisasi ini tidak akan mengurangi kualitas program, melainkan memastikan distribusi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Baca juga : Berkat MBG, UMKM Roti Sukoharjo Naikkan Produksi Jadi 2.500 Per Hari
Dengan langkah ini, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis tetap efektif dalam meningkatkan gizi masyarakat sekaligus menjaga efisiensi anggaran negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya