Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
DPR Usul, Selama Ramadan MBG Dibagikan Jelang Berbuka Agar Tetap Segar
Rabu, 21 Januari 2026 16:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyambut baik keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) yang memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan, dengan penyesuaian waktu distribusi agar makanan tetap segar saat dikonsumsi.
Ketua Komisi IX DPR Felly Estelita Runtuwene mengusulkan agar pemberian MBG bagi anak sekolah selama Ramadan dilakukan menjelang waktu berbuka puasa. Menurutnya, langkah tersebut penting agar makanan yang dibagikan tetap segar saat dikonsumsi.
“Jika dibagikan pada jam makan siang, dikhawatirkan makanan tidak lagi segar saat waktu berbuka. Karena itu, sebaiknya MBG diberikan menjelang berbuka puasa,” ujar Felly dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).
Baca juga : Prajurit: Jembatan Berhasil Dibangun, Kami Bukan Bangga Tapi Tenang
Namun demikian, Felly menegaskan bahwa distribusi MBG tetap dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Untuk sekolah dengan mayoritas siswa non-Muslim, penyaluran MBG dapat dilakukan pada jam normal seperti hari biasa.
“Distribusi tentu harus fleksibel, menyesuaikan komposisi siswa dan kondisi daerah,” tambahnya.
Sebelumnya, BGN memastikan program MBG selama Ramadan tetap berjalan dengan penyesuaian pola distribusi, khususnya di wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Baca juga : Cerita Wali Asuh Sekolah Rakyat Ubah Bocah Tukang Berkelahi Jadi Berprestasi
Felly menegaskan, Komisi IX DPR berkomitmen mengawal pelaksanaan Program MBG melalui penyusunan regulasi yang tepat serta pengawasan berkelanjutan.
Ia menilai, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, tetapi juga memerlukan keterlibatan tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta para penerima manfaat.
“Peningkatan gizi masyarakat merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Perbaikan gizi adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia Emas,” pungkas politikus Partai NasDem tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya